10 Alasan Hakim Denda Mal GI Rp 1 M karena Pakai Logo 'Tugu Selamat Datang'

ADVERTISEMENT

10 Alasan Hakim Denda Mal GI Rp 1 M karena Pakai Logo 'Tugu Selamat Datang'

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 16:48 WIB
Jembatan penyeberangan orang (JPO) Bundaran HI telah dirubuhkan. Tugu Selamat datang pun semakin terlihat jelas sambut para atlet jelang Asian Games 2018.
Tugu Selamat Datang (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menjatuhkan denda Rp 1 miliar kepada Mal Grand Indonesia (GI) karena memakai logo 'Tugu Selamat Datang'. GI dinilai melanggar hak ekonomi ahli waris Henk Ngantung karena memakai logo 'Tugu Selamat Datang' tanpa izin.

Hal itu tertuang dalam Putusan PN Jakpus yang dikutip detikcom, Rabu (20/1/2021). Vonis itu diketok oleh ketua majelis hakim Agung Suhendro dengan anggota Dulhusin dan Robert. Berikut ini alasan hakim mendenda Grand Indonesia:

1. Henk Ngantung adalah seniman (pelukis) dan juga menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta (1960-1964).

2. Penggugat adalah pemegang hak cipta atas sketsa "Tugu Selamat Datang" tersebut. Penggugat yaitu ahli waris Henk Ngantung, yaitu Sena Maya Ngantung, Geniati Heneve Ngantoeng, Kamang Solana, dan Christie Pricilla Ngantung.

3. Pada 1962, Henk Ngantung telah menciptakan karya seni rupa berupa sketsa "Tugu Selamat Datang", di mana Henk Ngantung menciptakan sketsa "Tugu Selamat Datang" tersebut adalah untuk mewujudkan gagasan Presiden Soekarno dalam membuat suatu tugu, yang tujuannya adalah menyapa para delegasi Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta, dan selanjutnya dibangun tugu yang dikenal dengan "Tugu Selamat Datang" yang dikerjakan oleh Edhi Sunarso (seniman patung).

4. Surat Pernyataan (Pematung) Edhi Sunarso tertanggal 30 Juli 2009, yang isi suratnya menerangkan bahwa gambar sketsa Patung Selamat Datang dan gambar sketsa Patung Pembebasan Irian Barat di Jakarta adalah benar digambar/dilukis oleh Henk Ngantung Mantan Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta.

5. Ternyata tidak ada bukti surat yang dapat membuktikan bahwa (Alm.) Edhi Sunarso adalah pencipta dan pemegang hak cipta Patung/Tugu Selamat Datang tersebut.

6. Pasal 58 huruf f UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dinyatakan perlindungan hak cipta atas Ciptaan berupa karya seni rupa dalam dalam segala bentuk, seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase berlaku selama hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya.

7. Tergugat yang mengelola pusat perbelanjaan komersil dikenal dengan nama "Mal Grand Indonesia" yang berdiri tepat berhadapan dengan patung Tugu Selamat Datang yang merupakan realisasi dari ciptaan sketsa "Tugu Selamat Datang" diketahui menggunakan logo sepasang pria dan wanita yang menyerupai siluet Patung Selamat Datang merupakan realisasi dari sketsa "Tugu Selamat Datang" sehingga perbuatan pendaftaran Logo Grand Indonesia tersebut secara nyata telah melanggar hak Penggugat sebagai Pemegang Hak Cipta atas sketsa "Tugu Selamat Datang". Hal itu diakui PT. Grand Indonesia yang menyatakan logo malnya menyerupai siluet patung/Tugu Selamat Datang, dibuat semata-mata karena terinspirasi oleh patung/Tugu Selamat Datang yang berada di Bundaran Hotel Indonesia, tepat di depan lokasi Hotel Indonesia Kempinski (dahulu Hotel Indonesia) yang dikelola oleh Tergugat. Tergugat melihat ada hubungan historis yang sangat erat antara Hotel Indonesia dengan keberadaan patung/Tugu Selamat Datang.

8. Majelis hakim berpendapat bahwa Logo PT Grand Indonesia adalah merupakan logo yang bentuk dan wujudnya sama dengan "Tugu Selamat Datang" yang berada di Bundaran Hotel Indonesia, bahwa oleh karena "Tugu Selamat Datang" adalah merupakan patung/tugu yang dikerjakan oleh Edhi Sunarso (seniman patung) berdasarkan sketsa yang diciptakan oleh Henk Ngantung, dan dikenal dengan sketsa "Tugu Selamat Datang", dengan demikian terbukti Tergugat menggunakan sketsa "Tugu Selamat Datang" pada Logo PT. Grand Indonesia tersebut.

9. Tergugat menggunakan sketsa "Tugu Selamat Datang" pada Logo PT Grand Indonesia tersebut adalah tanpa izin dari Penggugat selaku pemegang hak cipta atas sketsa "Tugu Selamat Datang" tersebut. Oleh karena itu terbukti Tergugat melakukan pelanggaran hak ekonomi Penggugat selaku pemegang hak cipta atas sketsa "Tugu Selamat Datang" tersebut.

10. Karena terbukti Tergugat melakukan pelanggaran hak ekonomi Penggugat selaku pemegang hak cipta atas sketsa "Tugu Selamat Datang" yakni Tergugat tanpa ijin dari Penggugat menggunakan sketsa "Tugu Selamat Datang" pada Logo PT. Grand Indonesia tersebut, maka menurut majelis hakim bahwa patut dan adil Tergugat membayar kerugian materiil yang dialami Penggugat atas penggunaan logo Grand Indonesia sebesar Rp 1 miliar yang dibayarkan secara penuh dan sekaligus setelah putusan dalam perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka tuntutan keempat tersebut adalah beralasan hukum dan oleh karena itu dikabulkan.

Tonton video 'Restoran Marche Movenpick Indonesia Akan Ditutup Permanen':

[Gambas:Video 20detik]



Baca penjelasan versi Grand Indonesia soal logo 'Tugu Selamat Datang'.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT