Tentang Pulau Laki yang Heboh Usai Muncul Tanda 'SOS' di Google Maps

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 16:11 WIB
Pulau Lancang dan Pulau Laki di Kepulauan Seribu
Google Maps
Jakarta -

Media sosial dihebohkan oleh kemunculan tanda 'SOS' di Pulau Laki, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Tanda 'SOS' itu muncul di aplikasi Google Maps.

Kemunculan tanda 'SOS' di Pulau Laki ini ramai dibahas di TikTok hingga Twitter. Seperti diketahui, Pulau Laki berada di dekat lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (20/1/2021), Pulau Laki adalah salah satu pulau kecil dalam gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau ini hanya memiliki luas sekitar 30 hektar serta dikelilingi pantai pasir putih.

Di dekat Pulau Laki, terletak Pulau Laki Besar dan Pulau Laki Kecil. Di kedua pulau tersebut, terdapat tempat perkemahan.

Pulau Laki dibuka pada 1988 diperuntukkan sebagai kawasan wisata. Kala itu, Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi almarhum Soesilo Soedarman yang meresmikannya.

Di Pulau Laki terdapat 15 unit bungalow, kolam renang, lapangan tenis, dan lapangan golf hingga dermaga. Pulau itu juga memiliki jogging track sepanjang 5 kilometer mengelilingi pulau. Tapi semua itu tidak lagi digunakan.

Tidak ada permukiman penduduk di Pulau Laki. Meski demikian, Pulau Laki menjadi juga kerap menjadi destinasi wisata.

Wisatawan yang datang ke Pulau Laki biasanya memancing atau sekadar bermain di pantai karena ombaknya tidak terlalu tinggi. Ada beberapa ikan yang bisa didapatkan di perairan pulau ini, di antaranya ikan baronang tompel, baronang angin, ekor kuning, lencam, kapas-kapas, hingga ikan kerapu.

Untuk menuju Pulau Laki, wisatawan lebih praktis naik kapal motor dari Pantai Mauk, Sepatan, Tangerang. Bila dengan speedboat, dari Mauk dibutuhkan waktu 25 menit.

Pulau yang menjadi habitat pohon ketapang, mangrove, dan pohon waru itu juga dihuni berbagai jenis hewan. Dari burung gagak hutan, burung kuntul karang, burung madu sriganti, burung elang laut, monyet, hingga biawak.

Pada 2001, pulau itu diserahkan ke TNI Angkatan Laut (AL). Pulau Laki kemudian beralih fungsi menjadi salah satu lokasi untuk latihan tempur TNI AL sejak saat itu. Namun Pulau ini bukan daerah terlarang yang khusus digunakan untuk militer. TNI AL hanya menggunakan Pulau Laki sesuai kebutuhan saat latihan.

Simak video 'Viral Tanda SOS di Pulau Laki, Korban Sriwijaya Air?':

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)