Pengunjuk Rasa: Jangan Ciptakan Perang Dunia dengan Isu SARA!

Pengunjuk Rasa: Jangan Ciptakan Perang Dunia dengan Isu SARA!

- detikNews
Selasa, 07 Feb 2006 13:45 WIB
Denpasar - Jangan ciptakan perang dunia ketiga dengan isu SARA! Itulah bunyi salah satu poster yang digelar dalam aksi unjuk rasa sekitar 30 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pelajar Islam Bali (AMPIBI). Mereka berdemo dalam rangka memprotes pemuatan karikatur Nabi Muhammad Saw oleh surat kabar Denmark Jyllands-Posten dan juga media massa Barat.Aksi unjuk rasa tersebut digelar di depan kampus Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Bali, Selasa (7/2/2006). Massa memulai aksi tersebut sejak pukul 13.00 WITA dengan menggelar poster-poster yang mengutuk pemuatan karikatur tersebut. Bunyi poster-poster tersebut antara lain : "Denmark sama dengan teroris dan pecundang sejati", "Tolak pelecehan terhadap Rasulullah Saw", "Nyawa kami taruhannya demi nama baik Nabi Muhammad Saw".Menurut koordinator lapangan aksi Subro Malizi dalam orasinya, media Barat telah melakukan fitnah dan pembodohan dengan memuat karikatur tersebut. Karikatur tersebut tidak sesuai dengan fakta bahwa Nabi Muhammad adalah pembawa pesan perdamaian bagi umat manusia."Media-media Eropa yang menggambarkan karikatur Nabi Muhammad adalah pembodohan dan fitnah. Nabi adalah pembawa perdamaian di seluruh dunia," kata Subro dengan berapi-api.Sebelumnya, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, 4 orang perwakilan AMPIBI mendatangi Konsulat Jenderal Denmark di Jimbaran, Bali. Namun kedatangan mereka tidak membawa hasil karena mereka tidak bertemu staf Konsulat. Mereka akhirnya hanya menyerahkan pernyataan sikapnya kepada salah seorang polisi yang berjaga-jaga didepan Konsulat.Usai melaksanakan aksi, 30 orang tersebut juga berjalan sambil berorasi dan meneriakkan yel-yel dan takbir (Allahu Akbar-red) di sepanjang Jalan Sudirman, Bali, yang merupakan jalan dengan arus lalu lintas padat. Aksi tersebut sempat membuat kemacetan di Jalan Sudirman selama beberapa menit.Selama aksi berlangsung tak tampak aparat kepolisian yang berjaga-jaga. Aksi tersebut berakhir sekitar pukul 14.00 Wita. (fjr/)


Berita Terkait