Tiru Gaya AS, Pendekatan Polri Perangi Teroris Tak Tepat
Selasa, 07 Feb 2006 13:42 WIB
Jakarta -
Polri diminta melakukan pendekatan yang tepat dalam memerangi terorisme. Sebab, cara yang meniru Amerika Serikat (AS) dan Australia dianggap salah dan justru membuat teroris makin menjamur."Menurut saya Polri masih kurang tepat dalam pendekatannya, karena masih menggunakan pendekatan berdasarkan barat (AS dan Australia)," kata pakar Psikologi Islam Ahmad Mubarok usai seminar "Menggagas Pardigma Islam Rahmatan Lil'alamin" di Auditorium Utama Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, Banten, Selasa (7/2/2006).Saat ini menurutnya, para pelaku terorisme merasa dizalimi oleh AS sehingga semua pendekatan dengan menggunakan citra barat akan dianggap musuh.Mubarok menjelaskan, cara yang efektif dalam melawan tindakan terorisme adalah melalui pendekatan kemandirian. "Kita harus berani melawan teroris tanpa bantuan barat. Saya juga optimis Indonesia akan bisa," ujarnya.Dalam seminar itu sempat dibacakan lima pernyataan sikap dari Forum Komunikasi Mahasiswa dan Alumni Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Isi deklarasi itu antara lain: Pertama, Islam menolak aksi terorisme dan radikalisme. Kedua, aksi bom bunuh diri bukan jihad. Ketiga, Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan kedamaian. Keempat, Islam adalah agama terbuka, toleran, dan moderat. Kelima, Islam adalah agama rahmatan bagi semua.
(san/)










































