Jelang Hari Pers: Wartawan Bersatu Tak Bisa Apa-apa
Selasa, 07 Feb 2006 13:35 WIB
Bandung - Bagaimana jika para wartawan melakukan aksi demo? Begini orasinya, "Wartawan bersatu tak bisa apa-apa!" Pernyataan ini diungkapkan sekitar 75 wartawan dari berbagai media di depan halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (7/2/2006). Para wartawan melakukan aksi untuk memperingati Hari Pers Nasional yang akan jatuh pada tanggal Kamis 9 Februari lusa. Aksi ini juga diikuti tak hanya oleh para wartawan yang sehari-hari biasa meliput di kantor Gubernur Jabar ini. Beberapa perwakilan dari anggota DPRD Provinsi Jabar juga ikut serta. Mereka naik mobil yang telah disediakan dan mengkritik persoalan wartawan dan media saat ini. Anggota DPRD juga sempat mengungkapkan rasa prihatinnya mengenai kondisi kesejahteraan para wartawan saat ini. Selain dari DPRD, kritik terhadap wartawan juga diungkapkan oleh aktivis dari Front Mahasiswa Nasional (FMN). Mereka kesal dengan pemberitaan terhadap berbagai aksi dari FMN jika melakukan aksi demo. Jika tak bentrok, berita tak ada. Mereka juga selalu dituduh menjadi biang kemacetan lalu lintas di Bandung."Kita berkumpul untuk mengevaluasi diri kita sendiri. Wartawan sudah merasa paling benar. Padahal masih banyak suara masyarakat Indonesia yang belum kita suarakan,"ungkap Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung, Rana Akbari Fitriawan, saat berorasi di depan puluhan wartawan di depan halaman Gedung Sate. Kritikan dari berbagai elemen di Bandung ini tak sedikit cuma ditanggapi dengan senyuman dan ketawa dari para wartawan ini. Para wartawan cuma nyengir mendengar keluhan dan ceramah rekannya ini.Para wartawan elektronik di Bandung juga merasa prihatin dengan kondisi peraturan mengenai penyiaran. Peraturan Penyiaran saat ini dinilai sebagai bentuk penindasan baru. Peraturan Penyiaran tersebut dinilai hanya menyuarakan dari kalangan para pemilik modal saja.Beberapa spanduk yang dibawa pada aksi ini antara lain bertuliskan "Wartawan Gosip=Gemuk, Wartawan Biasa=Kurus, Wartawan Perang=Sangat Kurus," dan "Wartawan Bersatu=Tidak Bisa Apa-apa". Puncak Hari Pers Nasional akan digelar di Gedung PWI, Jalan Braga, Bandung dan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
(nrl/)











































