Uji Calon Kapolri

PDIP Puji Calon Kapolri Milenial, Komjen Sigit: Polisi Punya Kemampuan 4.0

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 12:19 WIB
Komjen Listyo Sigit Prabowo mengikuti fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR
Uji calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: dok DPR)
Jakarta -

Anggota Komisi III Fraksi PDIP Irjen (Purn) Safaruddin menyebut Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri milenial. Komjen Sigit kemudian bicara soal kemampuan polisi di tengah era digital 4.0.

Hal itu disampaikan saat fit and proper test atau uji kepatutan Komjen Sigit sebagai calon Kapolri, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Awalnya Safaruddin menyebut Komjen Sigit sebagai calon Kapolri milenial berdasarkan makalah yang disampaikan.

"Pertama-tama, saya memberikan apresiasi pada Pak Sigit ini, kalau saya lihat bahan fit dan proper test-nya ini luar biasa. Jadi memberikan gambaran pada calon Kapolri yang era digital, milenial, jadi Bapak calon Kapolri milenial," kata Safaruddin.

"Kita sudah masuk era milenial sekarang ini, jadi bahasan keren, jadi Bapak calon Kapolri yang keren sekarang ini," imbuhnya.

Menanggapi Safaruddin, Komjen Sigit berterima kasih atas dukungan tersebut. Komjen Sigit bicara soal transformasi kelembagaan menjadikan polisi memmiliki kemampuan era digital 4.0.

"Terima kasih Pak, Bapak dukung kami untuk menjadi Kapolri milenial, Pak," kata Komjen Sigit.

"Terkait transformasi kelembagaan untuk meningkatkan polisi, menjadi polisi yang memiliki kemampuan 4.0 tentunya memang kami harus mengubah cara-cara merekrut, tadi sampaikan ada afirmatif, ada biasa, ada juga pencarian bakat-bakat, ada talent-talent khusus," sambungnya.

Komjen Sigit kemudian bicara soal rekrutmen masyarakat yang ingin bergabung di kepolisian. Menurut Komjen Sigit, perlu ada ada rekrutmen khusus bagi masyarakat yang memiliki kemampuan berpikir tinggi tapi secara fisik kurang.

"Terhadap masyarakat yang ingin masuk ke polisi, dia memiliki IQ, teknologi informasi yang tinggi, tapi mungkin di bidang jasmani kurang, dia pakai kacamata, kemudian larinya tidak begitu kencang, tentunya akan menjadi perhatian khusus, bila perlu kita merekrut khusus," imbuhnya.

(rfs/imk)