Analisis Psikolog soal Pasien-Nakes Nekat Mesum di Wisma Atlet

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 06:59 WIB
Pasien positif Corona yang diketahui melakukan mesum di Wisma Atlet ditetapkan polisi sebagai tersangka. Ia pun terancam dijerat pasal UU ITE dan Pornografi.
Pasien positif Corona berinisial JM (23) menjadi tersangka kasus mesum di Wisma Atlet. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Diketahui, pasien positif Corona berinisial JM (23) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mesum sesama jenis dengan seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet berinisial KA. Polisi mengungkap kasus ini berawal dari komunikasi keduanya menggunakan aplikasi Blued.

"Kronologinya, tersangka dengan teman mainnya diduga nakes merupakan orang yang suka sesama jenis dan mereka memiliki aplikasi bernama Blued. Kalau punya aplikasi tersebut, nyalakan, lalu searching, 500 meter akan ketemu orang yang juga memiliki aplikasi tersebut, sehingga si tersangka pada saat itu dirawat di Tower 5, sedangkan pasangan sesama jenisnya ada di Tower 3 merupakan nakes. Mereka ketemu di aplikasi itu dan saling tegur sapa," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi pada konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Jakpus, Selasa (19/1/2021).

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin menjelaskan tersangka JM saat itu sedang menjalani isolasi mandiri di Tower 5, sedangkan KA bertugas di Tower 3. Melalui aplikasi Blued itulah mereka berkomunikasi dan akhirnya bertukar nomor WhatsApp.

Polisi mengatakan KA akhirnya mendatangi JM ke Tower 5. Pada 24 Desember 2020, keduanya melakukan hubungan seks sesama jenis untuk pertama kalinya di kamar mandi dan berulang pada 25 Desember 2020.

Setelah itu, keduanya berkomunikasi mengenai perbuatan hubungan mereka. Berita itu disebar ke media sosial Twitter sehingga akhirnya viral.

"Akhirnya mereka komunikasi tentang perbuatan mereka, tentang--mohon maaf--kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka upload ke media sosial Twitter sehingga menyebarlah berita tersebut," ujar Burhanuddin.

Halaman

(isa/knv)