Round-Up

Sengkarut Tewasnya Haji Permata Saat Bea Cukai Kejar Mafia Mulai Diusut

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 22:35 WIB
ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan (Internet)

Diketahui, dalam penindakan tersebut ada setidaknya tiga orang yang ditembak petugas di lapangan karena terdesak. Salah satu orang yang tewas tertembak, yakni pengusaha asal Batam, Haji Jumhan bin Selo alias Haji Permata.

"Kami mendapatkan informasi akan adanya pergerakan massa ekses dari penindakan yang dilakukan oleh patroli laut Bea dan Cukai di lapangan. Dalam pertemuan ini, kita ingin agar seluruh pihak bisa memahami dan mengantisipasi situasi yang berkembang guna menjaga Kabupaten Karimun tetap aman, kondusif, dan terkendali," kata Agus Yulianto dalam keterangannya.

Pertemuan ini digelar di ruang Rapat Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau yang dihadiri Wakil Bupati Karimun, Kapolres Karimun, Ketua DPRD Karimun, Danlanal, Dandim 0317, Ketua MUI Kabupaten Karimun, dan perwakilan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim berharap situasi di wilayahnya tetap kondusif. Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar.

"Pertemuan kali ini adalah niat baik kita, bagaimana untuk menjadikan Karimun ini tetap kondusif. Maka kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk tidak terpancing isu-isu yang berkaitan dengan kejadian tersebut," kata Anwar Hasyim.

Barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang tewaskan pengusaha di KepriBarang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal yang menewaskan pengusaha Haji Permata (Dok. DJBC Kepri)

Dia menambahkan, dengan adanya pertemuan ini, pihaknya mendapat pemahaman soal kronologi kejadian di lapangan.

"Paling tidak kita mengetahui secara jelas cerita kronologisnya, sehingga kita tidak terbawa dengan isu-isu tidak benar yang dapat membuat situasi di Kabupaten Karimun tidak kondusif," tambah Anwar.

Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan menyampaikan bahwa pihaknya telah mendengar pengungkapan kasus rokok ilegal oleh Bea-Cukai yang ada di wilayah Riau tersebut. Dia meminta tak ada pergerakan massa terkait penindakan kasus tersebut.

"Kami dari Forkopimda Kabupaten Karimun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya dari pihak keluarga dan KKSS, tidak perlu beramai-ramai untuk datang ke Karimun. Silakan apabila ada perwakilan untuk bisa meminta penjelasan kepada pihak Bea dan Cukai," kata Adenan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3