Kasus Corona Meningkat, Zona Merah di RI Jadi 108 Kabupaten/Kota

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:29 WIB
Jakarta -

Kasus Corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat. Satgas COVID-19 mengungkap data zona merah di Tanah Air mencapai ratusan.

"Untuk pertama kalinya mencapai jumlah yang sama pada awal perhitungan zonasi risiko dilakukan yaitu ada tanggal 31 Mei 2020, jumlah zona merah lebih dari 100 yakni 108 kabupaten/kota," ujar jubir Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, pada siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (19/1/2021).

Wiku menyebut hampir seluruh daerah memiliki risiko penularan Corona yang sangat tinggi. Padahal minggu lalu, zona merah kurang dari 100 kabupaten/kota.

"(Minggu lalu) berjumlah 70 kabupaten/kota (zona merah)," ungkap Wiku.

Zona merah di Indonesia per 19 Januari 2021 (tangkapan layar)Zona merah di Indonesia per 19 Januari 2021. (Tangkapan Layar)

Menurut data Satgas COVID-19, terdapat 15 daerah baru yang dikategorikan zona merah. 15 daerah ini berasal dari zona oranye.

Ke-15 daerah itu ialah Madiun, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Lampung Barat, Lampung Utara, Pringsewu, Bima, Dompu, Manggarai Barat, Morowali Utara, Poso, Sigi, Tojo Una-Una, dan Tolitoli.

"Hal ini perlu menjadi perhatian," tegasnya.

52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah per 19 Januari 2021 (tangkapan layar)Sebanyak 52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah per 19 Januari 2021. (Tangkapan Layar)

Diketahui, pemerintah hari ini melaporkan adanya penambahan kasus virus Corona (COVID-19) sebanyak 10.365. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus Corona terbanyak hari ini.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Humas BNPB, Selasa (19/1/2021), total kumulatif kasus Corona di RI hari ini berjumlah 927.380. Data tersebut dikumpulkan setiap hari per pukul 12.00 WIB.

DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang kasus terbanyak dengan 2.563 kasus. Disusul secara berurutan, Jawa Barat (1.684 kasus), Jawa Tengah (1.613 kasus), Jawa Timur (972 kasus), dan Sulawesi Selatan (658 kasus).

(isa/knv)