KLHK: Hujan Jadi Faktor Utama Penyebab Banjir di Kalsel

TIm detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:24 WIB
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut hujan menjadi faktor utama penyebab banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai KLHK Saparis Soedarjanto mengatakan curah hujan di Kalsel tinggi.

"Kita bisa menyimpulkan sedikit saja dari informasi ini, hujanlah faktor utama yang menyebabkan banjir karena dia tinggi sekali hujannya," ujarnya dalam acara Informasi Banjir Kalimantan Selatan secara daring, Selasa (19/1/2021).

Dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah menyebut lokasi banjir berada pada daerah aliran Sungai (DAS) Barito. Tercatat ada 11 kabupaten di Kalsel yang terendam banjir selama 10-17 Januari 2021.

"Secara umum pada DAS Barito (wilayah Kalsel) terjadi persoalan anomali dengan curah sangat tinggi," kata Karliansyah.

Karliansyah menerangkan curah hujan normal di Kalsel pada Januari 2020 sebesar 304 mm. Sedangkan pada 9-13 Januari 2021, curah hujan harian di Kalsel sebesar 461 mm.

"Terdapat (peningkatan) 8-9 kali lipat," ucapnya.

Akibat curah hujan tinggi, DAS Barito tidak dapat menampung kenaikan volume air. Menurut Karliansyah, DAS Barito hanya dapat menampung volume air 238 juta m3. Sementara itu, air yang masuk saat hujan dengan curah tinggi, DAS Barito menerima volume air 2,08 miliar m3.

Lebih lanjut Karliansyah menerangkan sistem drainase juga tidak mampu mengalirkan air dengan volume besar. "Lokasi banjir merupakan daerah datar dan evaluasi rendah dan bermuara di laut, sehingga merupakan daerah akumulasi air dengan tingkat drainase rendah," katanya.

Dalam peristiwa ini, KLHK merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk membuat bangunan konservasi tanah dan air, terutama di daerah yang limpasannya ekstrem. Selain itu, mempercepat dan memfokuskan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di daerah sumber penyebab banjir, membuat bangunan pengendali banjir, serta mengembangkan kebijakan konservasi tanah dan air.

Selain itu, KLHK merekomendasikan pengembangan sistem peringatan dini banjir.

(man/hri)