Pengungsi Gempa Sulbar Berkurang Jadi 9.905, Kerusakan Rumah Masih Didata

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:06 WIB
Jakarta - Komandan Korem (Danrem) 142 Taro Ada Taro Gau, Brigjen TNI Firman, memaparkan, jumlah pengungsi korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar) mengalami penurunan. Jumlah pengungsi berkurang setengah atau 50 persen dari jumlah yang sempat terdata.

"Seperti kami sampaikan kemarin, informasi awal memang hampir 20 ribu pengungsi. Terdiri dari 15 ribu di Mamuju dan 5.000 di Majene. Namun pada hari ini usai kita update lagi, di Mamuju tinggal 7.255 orang, dan di Majene tinggal 2.650 orang," kata Brigjen Firman dalam jumpa pers daring yang disiarkan YouTube BNPB, Selasa (19/1/2021).

Dia mengatakan, untuk memudahkan penataan dan memudahkan kontrol, ada tujuh klaster pengungsian korban terdampak gempa di Sulbar. Tujuh klaster itu terdiri atas lima klaster di Mamuju dan dua klaster di Majene.

Brigjen Firman lalu menjelaskan soal penyebab berkurangnya pengungsi di Mamuju dan Majene. Dia menyebut pengungsi sudah kembali ke rumah dan ada yang berpindah ke tempat aman lain.

"Penurunan drastis yang dilaporkan kemarin, karena beberapa pengungsi yang kemarin bergabung dengan klaster pengungsian sudah banyak kembali ke rumah. Kedua, mereka juga banyak yang meninggalkan Mamuju, eksodus ke tempat lain untuk mencari tempat aman seperti di Makassar, Parepare, Palu, dan lain-lain," jelas Brigjen Firman.

Sementara soal jumlah rumah yang rusak, petugas masih melakukan pendataan. Saat ini petugas sedang berupaya masuk ke daerah yang terisolasi akibat gempa.

"Sementara kita data rumah, fasum dan fasos kita data ulang. Data akurat dalam waktu dekat akan kita tentukan. Karena masih pencarian, terutama daerah pelosok belum bisa kami data," kata dia.

Dilaporkan, jumlah korban tewas dampak gempa bumi di Sulbar bertambah menjadi 90 orang dengan rincian 79 orang di Mamuju dan 11 orang di Majene. Pencarian korban difokuskan di empat kelurahan, yakni Kelurahan Binanga, Kelurahan Rimuku, Kelurahan Karema, dan Kelurahan Simboro.

"Dari 4 kelurahan ini kami bagi jadi 20 sektor dan 12 titik prioritas pencarian. Kami turunkan sebanyak 7 tim, 2 tim digeser ke Majene untuk melakukan pencarian terhadap 3 orang yang terduga tertimbun longsor di daerah Malunda," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar.

Gempa bumi magnitudo 6,2 di Sulbar terjadi pada Jumat (15/1) dini hari. Sampai Senin (18/1) kemarin, setidaknya terjadi 31 gempa susulan. BMKG menduga gempa susulan masih akan terjadi, namun dengan intensitas dan skala yang lebih lemah. (jbr/idh)