Jaksa Uraikan Ucapan Gus Nur yang Dinilai Sebarkan Ujaran Kebencian

ADVERTISEMENT

Jaksa Uraikan Ucapan Gus Nur yang Dinilai Sebarkan Ujaran Kebencian

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 17:03 WIB

Selain itu, jaksa menilai pernyataan Gus Nur terkait PKI. Menurutnya, Gus Nur menuturkan bahwa terdapat paham PKI di dalam NU.

"Penumpangnya liberal adalah penumpang yang berfikir bebas tanpa batas dan aturan. Penumpang sekuler adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri berpisah dari agama. PKI di situ numplek adalah bahwa di NU terdapat paham PKI," tuturnya.

Gus Nur juga disebut membandingkan NU sebelum tahun 2015 dengan NU saat ini. Jaksa menuturkan Gus Nur menilai NU saat ini mencampur adukan agama, serta tidak konsisten dalam berfatwa.

"Bahwa setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat ini berubah, terdakwa ibaratkan NU sekarang, maksudnya adalah bahwa dulu sebelum tahun 2015 NU sangat baik, suci, khitoh, mengayomi ulama, menjaga ulama, menjaga agama, dan semua masalah selalu diselesaikan secara musyawarah LBM (Lembaga Ba'tsul Masail)," kata Jaksa.

"Dari tahun 2015 sampai dengan sekarang, NU mencampuradukkan agama, antara lain ibadahnya, salawatan di gereja, azan di gereja, dan mengikuti upacara misa/upacara agama lainnya. Menyebarkan kebencian, makin panjang jenggotnya makin goblok, menghina gamis, menghina jidat yang hitam, dan menghina budaya Arab, dekat dengan rezim sekarang, tidak konsisten dalam berfatwa, contohnya BPJS haram menjadi halal dan mengenalkan budaya K-Pop," sambungnya.

Atas perbuatannya Gus Nur didakwa Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Serta Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


(dwia/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT