Korban Bogem Oknum PPM Minta DPR Perangi Premanisme
Selasa, 07 Feb 2006 11:17 WIB
Jakarta - Ade Daud Nasution, anggota DPR RI yang menjadi korban pemukulan oknum Pemuda Panca Marga (PPM), meminta DPR bersikap tegas dan menyatakan perang terhadap premanisme. Dia takut jika hal itu dibiarkan, suatu saat kejadian yang dialaminya bisa menimpa anggota dewan yang lain.Hal ini disampaikan Ade saat interupsi dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, MPR/DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (7/2/2006)."Kepada kawan-kawan anggota DPR, saya telah mengalami pemukulan yang dilakukan oknum dari PPM. Saya minta agar DPR menyatakan perang terhadap premanisme dan teror, karena mereka akan membelenggu kebebasan berpendapat," kata Ade dengan suara lantang.Meski sudah dipukul, orang dibalik serangan itu masih belum puas. Ade mengaku masih terus diintimidasi dan diteror. Karena itu agar DPR tetap berwibawa sebagai institusi, dia minta DPR menyatakan sikapnya. "Untuk saya jahitan 2 atau 10 tidak apa-apa, yang penting demokrasi tetap jalan," katanya.Interupsi yang sama juga dilakukan anggota DPR dari FBPD Idealisman Daci. Dia meminta pimpinan dewan agar menyikapi hal ini. Dia juga meminta agar Sekretariat Jenderal DPR meningkatkan pengamanan agar kejadian yang menghancurkan wibawa DPR itu tidak terulang lagi.Menanggapi hal itu, pimpinan rapat Soetardjo Soerdjogoeritno dari FPDIP menyatakan, anggota DPR memiliki hak imunitas yang dilindungi UU. Karenanya persoalan ini harus diselesaikan secara tuntas. Namun rumusan soal itu baru akan diputuskan setelah agenda paripurna selesai.Dari pantauan detikcom, pasca pemukulan, pengamanan di gedung DPR terlihat lebih ketat. Di pintu belakang, puluhan aparat kepolisian dari Brimob berjaga-jaga. Sementara di pintu masuk ruang paripurna juga terlihat belasan aparat Brimob dan puluhan Pamdal DPR memeriksa setiap orang yang akan memasuki gedung Nusantara II.Ade Daud dipukul oknum PPM, Edi Sanjaya, pada 2 Februari lalu. Edi tidak terima dengan pernyataan Ade yang menyebut-nyebut nama Kasan, rekanan TNI, dalam uji kelayakan dan kepatutan calon panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto.
(umi/)











































