Gus Nur Hadiri Sidang Perdana Kasus Ujaran Kebencian Secara Virtual

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 15:41 WIB
Suasana Sidang Dakwaan Gus Nur di PN Jaksel (Dwi-detikcom)
Suasana Sidang Dakwaan Gus Nur di PN Jaksel (Dwi/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang perdana agenda pembacaan surat dakwaan jaksa penuntut umum terhadap Gus Nur terkait kasus ujaran kebencian. Gus Nur menghadiri persidangan secara virtual.

Pantauan detikcom, sidang dilakukan di ruang utama PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021) pukul 15.29 WIB. Gus Nur mengikuti persidangan secara virtual yang ditampilkan dalam dalam layar di ruang sidang.

Gus Nur sendiri diketahui tengah menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Dari pihak pengacara Gus Nur sendiri, hadir Eggy Sudjana, Achmad Michdan, Aziz Yanuar, Ahmad Khazinudin, dan juga Novel Bamukmin.

Ditemui sebelum persidangan, Ahmad Khazinudin mengatakan pihaknya siap mendengarkan dakwaan yang disampaikan oleh jaksa. Ahmad menyebut Gus Nur didakwa dengan dua pasal, yaitu Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 27 ayat 3 UU ITE.

"Kami dari tim Gus Nur hari ini sidang perdana dan akan dengarkan dakwaan dari Jaksa sebagaimana diketahui jaksa mendakwa Gus Nur dengan dua pasal, 28 ayat 2 dan pasal 27 ayat 3 UU ITE. Kami akan dengarkan karena bisa jadi ada perubahan dengan dakwaan yang kami terima sehingga kami akan menunggu finalisasi yang akan disampaikan jaksa," kata Khazinudin.

Perkara terkait kasus Gus Nur ini diketahui teregister dalam nomor 1/Pid.Sus/2021/PN.JKT.SEL. Terdakwa Gus Nur sendiri diduga telah menebarkan informasi yang bermuatan kebencian sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang ITE.

Gus Nur terseret kasus ini karena diduga menyebarkan ujaran kebencian dengan menghina NU lewat video di salah satu akun YouTube. Video itu tayang dalam akun MUNJIAT Channel. Dalam video tersebut Gus Nur tampak sedang berbincang dengan Refly Harun. Video itu diunggah pada 16 Oktober 2020.

Pada menit ke-03.45, Gus Nur kemudian menyampaikan pendapatnya soal kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU yang dulu.

"Sebelum rezim ini, ke mana jalan dikawal Banser. Saya adem-ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat itu berubah," ujarnya dalam video itu.

"Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," lanjut Gus Nur kala itu. (dwia/zap)