Gubsu Cerita Tolak Buka Sekolah Saat Pandemi: Jangan Ulama Paksa Umara

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 13:44 WIB
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bercerita soal dirinya menolak permintaan tokoh agama dari Mandailing Natal (Madina) untuk mengizinkan belajar tatap muka di sekolah saat pandemi Corona. Edy meminta ulama tak memaksa umara (pemerintah) terkait hal itu.

Cerita tersebut disampaikan Edy saat membuka rapat kerja terbatas (Rakertas), Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara di Kantor BPDSDM Sumut, Jalan Ngalengko, Medan, Selasa (19/1/2021).

Edy awalnya bercerita tentang kedatangan tokoh agama dari Madina untuk salat subuh berjemaah di masjid bersama dirinya. Para tokoh agama itu, kata Edy, meminta agar sekolah tatap muka diizinkan di Madina.

"Saudara-saudara saya, mana orang Madina ini? Madina, saya tak ada urusan. Datang ustaz, datang ke tempat saya salat Subuh bersama di Masjid Gubernuran. Salat, selesai salat, 'Pak Gub, saya kepingin ngomong. Ini tabayyun saya'. 'Oh boleh'. Sekda-nya ikut di situ. Oh Sekda, ada apa ini saya pikir. 'Pak Edy, atas permintaan rakyat Madina, tolong sekolah tatap muka dibuka'. Saya bilang 'COVID-19'. Saya sampaikan di Madina saat ini seperti ini begana-begini," ujar Edy.

Edy mengatakan ustaz tersebut terus meminta agar sekolah tatap muka diizinkan di Madina. Namun, Edy mengatakan dirinya belum mengizinkan sekolah tatap muka digelar saat ini dan harus menunggu kajian ulang pada Maret 2021.

"Tapi ini permintaan masyarakat. 'Tidak saya izinkan Pak Ustaz. Nanti bulan Maret yang akan datang baru dikaji kembali'," sebut Edy.

Dia mengatakan sekolah tatap muka belum diizinkan demi mencegah penyebaran virus Corona kepada para siswa dan guru. Dia mengaku tak akan melarang sekolah tatap muka jika pandemi Corona berakhir.

"Kalau tidak ada COVID-19, saya paling senang sekolah ini dibuka. Ini untuk antisipasi, saya bilang ayahanda-ibundanya saja paling susah itu pakai masker. Bagaimana anak-anaknya," ujar Edy.

Dia kemudian memaparkan kasus positif Corona di Sumut yang telah menembus angka 19 ribu. Edy pun bercerita soal besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk perawatan pasien yang harus diisolasi di rumah sakit.

Selanjutnya
Halaman
1 2