Dilanda Banjir, Begini Data Luas Lahan Hutan dan Tambang di Kalsel

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 13:06 WIB
Analisis DAS Barito di Kalsel oleh pengindraan jarak jauh LAPAN (Dok. LAPAN)
Analisis DAS Barito di Kalsel oleh pengindraan jarak jauh Lapan (Foto: dok. Lapan)
Jakarta -

Banjir yang melanda Kalimantan Selatan memicu sejumlah pertanyaan terkait penyebab banjir tersebut. Narasi yang beredar, banjir ini disebabkan oleh lahan hutan yang menipis dan pertambangan.

Dikutip dari laman situs Indonesian National Carbon Accounting System (INCAS) yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kalimantan Selatan memiliki jumlah penduduk sekitar 3,9 juta jiwa. Luas wilayah kurang-lebih 3,9 juta hektare, yang 1,8 juta hektare berupa hutan dan 0,1 juta hektare adalah lahan gambut.

INCAS mencatat, sejak 2001 hingga 2012, luas lahan hutan mengalami pengurangan hingga penambahan. Berikut ini datanya (dalam ha):

2001 10,947
2002 43,083
2003 35,949
2004 35,363
2005 22,198
2006 49,143
2007 16,236
2008 14,818
2009 37,157
2010 13,623
2011 20,317
2012 14,007

Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) turut melakukan analisis terhadap penyebab banjir di Kalimantan Selatan.

Lapan juga menganalisis perubahan penutup lahan di DAS Barito sebagai respons terhadap bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

"Analisis dilakukan menggunakan data mosaik Landsat untuk mendeteksi penutup lahan tahun 2010 dan 2020. Pengolahan data dilakukan secara digital menggunakan metode random forest sehingga mampu lebih cepat dalam menganalisis perubahan penutup lahan yang terjadi," kata Koordinator Humas Lapan Jasyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).

Data itu, lanjut Jasyanto, menunjukkan dalam kurun waktu 10 tahun tersebut ada penurunan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah, dan semak belukar, yaitu masing-masing menurun sebesar 13 ribu hektare, 116 ribu hektare, 146 ribu hektare, dan 47 ribu hektare.

"Sebaliknya, terjadi perluasan area perkebunan yang cukup signifikan sebesar 219 ribu hektare. Perubahan penutup lahan dalam 10 tahun ini dapat memberikan gambaran kemungkinan terjadinya banjir di DAS Barito, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu masukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana banjir di kemudian hari," ungkapnya.

Sedangkan untuk data luas lahan pertambangan per 2020 diungkap oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel. Direktur Walhi Kalimantan Selatan Kisworo Dwi mengungkapkan ada 33 persen izin tambang di Kalsel.

"Kalsel dengan luas 3,7 juta hektare, ada 13 kabupaten/kota 50 persen Kalsel sudah dibebani izin tambang (33 persen) dan perkebunan kelapa sawit (17 persen), belum HTI dan HPH," kata Kisworo, Selasa (19/1/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2