Kabar Pasien COVID Wafat di Taksi, Satgas Depok Ungkap Kondisi RS Rujukan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 05:45 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Jakarta -

Satgas COVID Kota Depok menjelaskan kondisi ketersediaan rumah sakit untuk rujukan pasien COVID-19. Ia menyebut kondisi saat ini RS rujukan COVID-19 di Kota Depok semua hampir penuh.

"Setiap hari berubah karena kadang dalam kondisi full, secara keseluruhan dari bed occupancy ratio sudah di atas 80 persen, ICU sudah di atas 90 persen. Untuk data per hari ini 92 BOR untuk ICU dan 84 untuk BOR untuk tempat isolasi. Misal dalam satu kamar di isi 2 orang, misal udah masuk perempuan, otomatis harus di isi perempuan, tapi kita memang dapat dikatakan hampir penuh," Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana saat dihubungi, Senin (18/1/2021) malam.

Ia mengatakan jumlah rumah rujukan di Kota Depok sebanyak 20 rumah sakit. Untuk mengatas itu, ia menyebut telah meminta seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di Depok menambah kapasitas tempat tidur.

"Untuk Kota Depok sejak bulan Desember sudah kumpulkan para direktur rumah sakit untuk menambah tepat tidur isolasi dan kita untuk RSUD kita akan tambah juga tempat tidur," ujarnya.

Ia juga menjelaskan perkembangan soal pasien positif COVID-19 di Depok dikabarkan meninggal dunia di taksi online setelah ditolak di 10 rumah sakit. Ia menyebut LaporCovid-19 sebagai pihak yang menyampaikan kabar itu belum bersedia memberikan data.

Untuk itu, ia meminta LaporCovid-19 segera menyampaikan klarifikasi ke publik perihal kabar tersebut. Hal itu untuk meluruskan informasi itu kepada masyarakat.

"Tidak bersedia menyampaikan data pasien, tapi kita mohon untuk LaporCovid-19 menyampaikan ke warga untuk segera klarifikasi. Kita harus melindungi juga disamping pasien, kita juga harus melindungi para nakes kita, semangat para nakes kita, Semangat rumah sakit juga harus dijaga juga. Jangan sampai dengan berita yang tidak diluruskan akan berdampak," tuturnya.

Sebelumnya, pasien positif virus Corona di Depok, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan COVID-19. Pasien tersebut meninggal dunia di dalam taksi online.

Hal tersebut disampaikan LaporCovid-19 dan Center for Indonesia's Strategi Development Initiatives (CISDI) melalui siaran pers yang diterima detikcom, Senin (18/1/2021). Dalam keterangannya, tim LaporCovid-19 dan CISDI menerima laporan tersebut pada 3 Januari lalu.

"Salah seorang keluarga pasien di Depok melaporkan, pada 3 Januari 2021, anggota keluarganya meninggal di taksi daring setelah ditolak di 10 rumah sakit rujukan COVID-19," tulis siaran pers tersebut.

(ibh/gbr)