Viral Disebut Marahi Ulama yang Minta Sekolah Dibuka, Gubsu Beri Penjelasan

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 14:08 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (kemeja putih)-(Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi (kemeja putih)-(Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Kabar soal Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memarahi ulama karena meminta sekolah dibuka viral. Ulama itu disebut meminta agar sekolah di Mandailing Natal (Madina), Sumut, dibuka untuk belajar tatap muka.

Menurut informasi yang viral itu, ulama yang mengaku dimarahi Edy adalah Syekh Abdul Bais Nasution dan Ustaz Mahyuddin. Mereka disebut dimarahi Edy saat meminta sekolah dibuka untuk belajar tatap muka usai melakukan salat subuh berjemaah di Masjid Agung Medan.

Gubsu Edy pun menjelaskan terkait hal itu. Dia mempertanyakan siapa yang memarahi kedua orang tersebut.

"Tanyakan yang marah siapa?" kata Edy di rumah dinasnya, Medan, Senin (18/1/2021).

Edy mengatakan saat kejadian itu dia hanya menjelaskan soal risiko jika sekolah tetap dibuka saat pandemi Corona atau COVID-19 belum berakhir. Dia mengatakan belajar tatap muka di sekolah berisiko membuat para siswa dan guru terinfeksi virus Corona.

"Kondisi COVID-19 di Sumatera Utara itu perlu perhatian khusus sampai-sampai pemerintah menggelontorkan vaksin kepada tenaga kesehatan kita. Ini yang sedang berjalan. Sehingga bisa kita bayangkan ini kalau sekolah dibuka, orang tua kita aja masih sulit melakukan protokol kesehatan khususnya menggunakan masker, apalagi anak-anak kita. Itulah yang saya jelaskan," ucapnya.

Namun setelah dijelaskan, kata Edy, dua ulama itu tetap meminta agar sekolah di Madina untuk dibuka. Edy mengatakan dirinya meminta kedua ulama itu untuk pulang.

"Tetapi masih tidak terima. Kalau tidak terima, pulang, ini adalah wewenang saya," jelasnya.

Simak video 'Ulama di Jabar Dukung Polisi Tindak Pelanggar Prokes-Azan Jihad':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)