29 Lansia di Norwegia Meninggal Usai Divaksin Pfizer, PDIP: Harus Hati-hati

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 14:02 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu disuntik vaksin Pfizer-BioNTech. Ia dan Menteri Kesehatan Israel diketahu jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19 di negara itu.
Ilustrasi vaksin COVID-19. (AP Photo/AMIR COHEN)
Jakarta -

Sebanyak 29 orang lansia di Norwegia meninggal dunia usai divaksinasi virus Corona buatan Pfizer. Anggota Komisi IX Fraksi PDIP Handoyo mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhati-hati dalam penggunaan vaksin buatan Pfizer.

"Soal adanya kejadian di Norwegia kita tidak boleh menutup mata akan peristiwa ini untuk dicermati, didalami dengan seksama," kata Handoyo kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Indonesia saat ini dalam tahap pemesanan vaksin buatan Pfizer. Politikus di bidang kesehatan ini mendorong pemerintah, dalam hal ini BPOM, cermat soal keamanan vaksin buatan Pfizer.

"Nah tantangan dan peristiwa ini perlu dicermati dan didalami sebaik mungkin terutama menyangkut soal keamanan dan keselamatan apalagi ini menggunakan platform baru. Kita dorong pemerintah dalam hal ini Bio Farma benar-benar mencermati situasi dan perkembangan di dunia menyangkut penggunaan vaksin dari Pfizer," ujar Handoyo.

Menurut Handoyo, BPOM tak perlu terburu-buru memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer untuk menekan angka kasus virus Corona. Keselamatan pengguna, kata Handoyo, jauh menjadi penting.

"Kita tidak perlu terburu-buru dan harus cermat serta asas kehati-hatian, keselamatan maupun efektifitas mencari indikator utama keberhasilan dalam melakukan kerja sama," ucapnya.

Meski demikian, Handoyo mendukung kerja sama dengan Pfizer tetap berjalan dalam pengadaan vaksin Corona. Handoyo menekankan kerja sama itu Indonesia dalam posisi setara dengan Pfizer.

"Selanjutnya kita tetap mendukung kerja sama dengan pihak Pfizer tapi dengan catatan posisi negara harus win-win dan sejajar serta tidak boleh didikte, meskipun pada akhirnya sudah melakukan kerja sama hal mutlak harus dilalui adalah mendapatkan izin dari BPOM," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 29 lansia di Norwegia meninggal setelah mendapat suntikan vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan BioNTech. Kabar ini memunculkan keraguan pada sebagian kalangan soal keamanan vaksin COVID-19 bagi lansia.

Beberapa negara menempatkan lansia sebagai prioritas vaksinasi, sedangkan Indonesia baru akan memvaksinasi kelompok tersebut setelah tenaga kesehatan dan petugas layanan publik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan lansia baru akan mendapat vaksin COVID-19 sekitar Maret-April 2021.

(rfs/idn)