Viral Bule Ajak WNA Pindah ke Bali di Masa Pandemi, Imigrasi Turun Tangan

Angga Riza - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 12:32 WIB
Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Eko Budianto
Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Eko Budianto. (Angga/detikcom)
Denpasar -

Viral WNA bernama Kristen Gray mengajak WNA tinggal di Bali. Pihak Imigrasi mengatakan telah menurunkan tim mengecek dokumen dan tempat tinggal WNA tersebut.

"Terkait dengan berita viral terhadap orang asing Kristen Gray yang ada di beberapa di media sosial, termasuk Twitter, emang sejauh ini kami sudah menurunkan tim beberapa tim yang satu tim dari kantor wilayah kemudian juga dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali, Eko Budianto, kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Lebih lanjut, Eko menjelaskan akan mengecek sponsor Kristen Gray. Imigrasi mengatakan sponsor Kristen Gray juga dicek.

"Tim itu pertama mengecek terhadap sponsor yang bersangkutan dan sejauh ini kami sudah kami hubungi sponsor tersebut. Sponsornya sebenarnya sudah ada di Jakarta, tapi alamatnya benar di Bali," ujar Eko.

"Nah ini kami akan langsung turun ke alamat tersebut kemudian untuk keberadaan atau tempat tinggal dari bersangkutan saat ini berdasarkan data di medsos yang dia posting itu ada berkisaran di Nusa Dua dan anggota dari tim Imigrasi Ngurah Rai sudah turun ke lapangan. Sedangkan untuk hal-hal yang lain tentang dokumen keimigrasian dan izin tinggal yang berangkutan ini kami sedang melakukan pengecekan di data perlintasan kami. Namun sejauh ini kami belum ada informasi akurat bisa jadi kemungkinan bahwa nama yang bersangkutan bukan nama yang sebenarnya," tambahnya.

Cuitan akun Twitter @kristentootie atau Kristen.Gray menjadi viral. Salah satunya mengajak orang asing pindah ke Bali saat pandemi virus Corona.

Tagar #Bali menjadi trending pada Minggu (17/1/2021) petang. Itu setelah akun Twitter Gray, yang mengaku sebagai perempuan asal Amerika Serikat keturunan Afrika dan telah tinggal di Bali selama satu tahun terakhir, berkicau soal enaknya tinggal di Bali.

Dalam cuitan itu, dia mengisahkan pengalamannya menuju Bali setelah kehilangan pekerjaan pada 2019 bersama pacarnya yang juga perempuan. Awalnya, mereka mencoba tinggal selama enam bulan di Bali dan menghasilkan uang sebagai desain grafis. Tapi kemudian, wabah virus Corona membuat mereka tertahan di Bali.

(idh/fjp)