Korban SJ182 Arneta dan Bayinya Teridentifikasi, 2 Anak Lainnya Masih Proses

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 00:24 WIB
Tim DVI Polri Sampaikan Hasil Identifikasi Korban SJ182
Tim DVI Polri Sampaikan Hasil Identifikasi Korban SJ182 (Foto: Sachril/detikcom)
Jakarta -

Identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Seorang ibu dan satu bayinya yang menjadi penumpang Sriwijaya Air, telah teridentifikasi.

"Korban-korban yang berhasil diidentifikasi hari ini, pertama atas nama Fao Nuntius Zai, laki-laki berumur 11 bulan," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, saat konferensi pers di ruang forensik RS Polri, Minggu (17/1/2021).

"Dengan nomor antemortem 15 atas nama Fao Nuntius Zai, jenis kelamin laki-laki, teridentifikasi menggunakan pembanding (sampel DNA) dari ayah kandung," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pussdokes) Polri Kombes dr Ratna menambahkan.

Fao adalah anak dari Arneta Fauziah (38). Diketahui, Arneta bersama 3 anaknya menjadi penumpang Sriwijaya Air sebelum pesawat ini jatuh di Kepulauan Seribu. Dua anak Arneta lainnya, Zurisya Zuar Zai (9) dan Umbu Kristin Zai (2), masih dalam proses identifikasi.

Kembali ke Rusdi, dia mengatakan tim DVI masih bekerja agar semua korban Sriwijaya Air SJ182 bisa seluruhnya teridentifikasi.

"Sampai saat ini dari 62 korban, berhasil diidentifikasi 29. Kita masih, tim tetap bekerja, Mudah-mudahan ke depan masih mampu lagi mengidentifikasi korban-korban yang belum teridentifikasi. Sehingga tim dapat memberikan kepastian kepada pihak keluarga," kata Rusdi.

Diketahui, Arneta Fauziah teridentifikasi kemarin. Nama Arneta diumumkan bersama 6 korban lainnya saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jaktim.

"Pertama korban atas nama Rosi Wahyuni, perempuan berumur 51 tahun, korban kedua atas nama Rizki Wahyudi laki-laki berumur 26 tahun, ketiga korban atas nama Nelly perempuan berumur 49 tahun. Keempat, korban atas nama Beben Sofyan, laki-laki berumur 58 tahun, kelima, korban atas nama Makrufhtul Yeti Srianingsih perempuan berumur 30 tahun. Keenam korban atas nama Arifin Ilyas, laki-laki berumur 26 tahun, (dan) ketujuh korban atas nama Arneta Fauziah perempuan berumur 38 tahun," kata Brigjen Rusdi, kemarin.

Kepala Instalasi DNA Rumah Sakit Polri Niken Budi menambahkan Arneta dapat teridentifikasi melalui sampel DNA. "Bagian tubuh dengan nomor PMJ/SJ.TJP/0064 teridentifikasi sebagai Arneta Fauzia perempuan dengan nomor AM 21, dengan data pembanding anak kandung," ujar Niken Budi.

(sab/maa)