Politikus PPP ke Guru Besar USU Prof Henuk: Presiden Tak Sembarang Angkat Orang

Mochamad Zhacky - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 17:27 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Politikus PPP Achmad Baidowi angkat bicara perihal Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf Leonard Henuk melamar menjadi menteri ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Baidowi menekankan Presiden Jokowi tidak sembarangan mengangkat menteri.

"Jokowi tidak akan sembarangan mengangkat orang sebagai pembantunya dalam kabinet, karena pasti ditelusuri rekam jejaknya. Termasuk juga reputasi di dunia yang ditekuninya," kata Baidowi, kepada wartawan, Minggu (17/1/2021).

Baidowi menyebut Presiden Jokowi pasti akan menelusuri karya intelektual jika kandidat menterinya merupakan seorang guru besar. Anggota DPR RI itu menekankan pemilihan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Jika itu guru besar, maka pasti dilihat jejak pendidikan dan karya intelektualnya. Dan pengangkatan menteri itu hak prerogatif presiden. Meskipun lamarannya bejibun, kalau presiden tidak berkenan, ya tidak bakal dipilih," sebut Baidowi.

Nama Guru Besar USU Yusuf Leonard Henuk sedang menjadi perbincangan usai curriculum vitae (CV) hingga surat lamaran jabatan menteri kepada Presiden Jokowi viral. PKB sampai menyindir Yusuf Leonard Henuk.

"Gelar sih keren, tapi kok minta-minta jabatan," kata Ketua DPP PKB Daniel Johan, kepada wartawan, Minggu (17/1/2021).

Yusuf Leonard Henuk mengakui telah mengirim CV hingga surat lamaran jabatan menteri kepada Presiden Jokowi. Ia berharap Jokowi mempertimbangkan CV dan surat lamaran yang dikirimnya itu.

"Waktu itu saya hanya kirim ke dia, bahwa baca ini CV saya kemudian jabatan apa yang menurut bapak ya terserahlah. Itu dilihat tolong dipertimbangkan CV saya kalau misal ini saya siap untuk dipanggil wawancara kan itu. Intinya perkenalan diri, intinya itu ini lihat CV saya, Pak," kata Yusuf Leonard Henuk saat dihubungi, Minggu (17/1).

(zak/imk)