BNPB: Status Gunung Merapi Masih Siaga Sejak 5 November 2020

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 17:08 WIB
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Sabtu (16/1/2021) pukul 17.00 WIB.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Sabtu (16/1/2021) pukul 17.00 WIB. (Foto: dok. BPPTKG)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan status Gunung Merapi. Saat ini, kata BNPB, Gunung Merapi masih berada di level Siaga.

"Gunung Merapi statusnya level 3 atau siaga," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers 'Update Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Bencana di Berbagai Daerah' yang disiarkan BNPB, Minggu (17/1/2021).

Level siaga Gunung Merapi itu terjadi sejak 5 November 2020 hingga Sabtu (16/1/2021) kemarin.

Raditya mengungkapkan, hingga saat ini evakuasi warga di radius 5 kilometer masih terus dilakukan. Evakuasi khususnya untuk masyarakat yang rentan.

"Masyarakat yang ada di radius 5 km masih diupayakan untuk evakuasi atau pengungsian. Dilakukan sejak 5 November yang lalu. Dan memang yang masih dilakukan untuk pengungsian atau penyintas adalah masyarakat yang rentan atau lansia, ibu hamil, adik-adik di bawah 5 tahun itu dilakukan pengungsian," tutur dia.

Selain itu, sejak November 2020 lalu, BNPB juga telah melakukan sejumlah upaya penanganan. Upaya penanganan tersebut yakni:

1. BNPB melakukan pendampingan kepada 4 BPBD yang terdampak erupsi Gunung Merapi
2. BNPB menyalurkan bantuan berupa 100.000 masker, Lampu air garam 36 kotak (216 pcs), dan baju oranye 100 pcs
3. BNPB memberikan bantuan DSP sebesar 1 Milyar untuk penanganan dampak erupsi Gunung Merapi
4. BNPB memberikan dukungan bagi penanganan para pengungsi terkait penerapan protokol kesehatan berupa 1 unit mesin antigen, 15.000 cartridge antigen, 200.000 masker kain, 250 jeriken hand sanitizer masing-masing 4 liter kepada BPBD di wilayah masing-masing

Sebelumnya, Gunung Merapi kembali erupsi petang kemarin. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pukul 17.00 WIB.

"Teramati awan panas guguran tanggal 16 Januari 2021 pukul 17.00 WIB," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Sabtu (16/1/2021).

Hanik menjelaskan awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 milimeter dan durasi 83 detik. Berdasarkan hal itu, jarak luncur diperkirakan kurang dari satu kilometer.

Data kegempaan Merapi pada periode pukul 12.00-18.00 WIB kemarin, tercatat gempa guguran sebanyak 23 kali, embusan 5 kali, fase banyak 9 kali, dan tektonik jauh 1 kali.

(mae/imk)