Bantu Identifikasi, Keluarga Korban Sriwijaya Air Diminta Beri Data Tambahan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 11:17 WIB
Identifikasi jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri. Total sudah ada 17 korban yang telah teridentifikasi.
Kantong jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Identifikasi untuk mengenali korban-korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih dilakukan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berharap keluarga korban bisa lebih banyak memberikan data yang dibutuhkan.

"Dan kami mengimbau kepada masyarakat juga, untuk tetap bisa bekerja sama dan tim-tim kami untuk bisa bekerja sama dengan lebih baik dengan memberikan informasi, informasi yang lebih dalam, lebih banyak apabila kami masih memerlukan," kata Katim Antemortem DVI AKBP Purnamawati saat konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (17/1/2021).

Purnamawati menjelaskan proses identifikasi korban Sriwijaya Air ini memerlukan data primer dan sekunder. Data primer, katanya, adalah sidik jari, gigi, dan sampel DNA. Sedangkan untuk data sekunder, sambungnya, adalah barang atau properti mengenai korban.

"Sebelum korban ini berangkat, sebaiknya pelapor atau yang melaporkan mengerti tentang apa yang digunakan. Misalnya baju yang dipakai, sepatu yang dipakai, akan ditanyakan. Ukurannya berapa, ikat pinggang yang digunakan, tas yang dipakai, jam yang dipakai, anting-anting yang dipakai, cincin yang dipakai, semua yang digunakan. Kalau bisa ada fotonya," ujarnya.

"Detail, misalnya cincin bentuknya seperti apa. Bulat, ada matanya, bentuk matanya besar atau kecil, ya. Paling enak adalah fotonya ada. Nah itu untuk data sekunder," tambah Purnamawati.

Dia menambahkan informasi mengenai korban juga penting untuk diinformasikan kepada petugas. Hal-hal seperti tinggi badan korban, berat badan, bekas operasi, tato, dan lainnya bisa keluarga laporkan untuk memudahkan proses identifikasi

"Kemudian ciri fisik, mulai bentuk muka, kemudian tinggi badan, berat, itu akan diperlukan dalam proses identifikasi. Kemudian ciri medis khusus, jadi medis khusus itu biasanya ada yang operasi, ada yang pernah ke dokter gigi, itu untuk mencatat dan untuk diperiksa dibawa ke tim antemortem. Kemudian kalau pernah operasi patah tulang, pasang pen, itu juga untuk bisa diinformasikan ke kami karena itu juga merupakan informasi yang penting untuk kami," bebernya.

Di tempat yang sama, Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko menambahkan sebanyak 188 kantong jenazah telah diterima. Untuk sampel DNA yang telah diterima, sambungnya, sebanyak 351 sampel. Proses identifikasi korban jatuhnya Sriwijaya Air masih terus dilakukan

"Kemudian sampai hari ini jam 09.00 WIB juga, kami telah menerima total 188 kantong body part (jenazah). Yang semua itu terdiri dari 162 yang telah kami periksa dan sisanya 26 yang sedang kami periksa," ujar Kombes Hery Wijatmoko.

(sab/ibh)