Jembatan di Banjar Roboh, Jalur Trans Kalimantan Banjarmasin-Martapura Putus

Muhammad Risanta - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 10:03 WIB
Jembatan di Banjar Roboh, Jalur Trans Kalimantan Banjarmasin-Martapura Putus
Jembatan di Banjar Roboh, Jalur Trans Kalimantan Banjarmasin-Martapura Putus (Risanta/detikcom)
Martapura -

Jembatan utama di Jalan Ahmad Yani Km 55, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali roboh. Akibatnya, kini Jalan Nasional Trans Kalimantan yang menghubungkan Banjarmasin, Martapura, dan Banua Enam kembali terputus.

Jembatan utama itu sebenarnya sempat dilakukan perbaikan menjadi jembatan darurat oleh PUPR Kalsel. Namun kini jembatan darurat tersebut roboh dan tidak bisa digunakan.

Kapolsek Mataraman Iptu Widodo Saputra mengatakan kerusakan pada jembatan di titik ruas Jalan A Yani Km 55.500 itu terjadi pada Minggu (17/1/2021) sekitar pukul 04.00 Wita. Jembatan itu kini tak bisa dilewati pengguna jalan.

"Jembatan ini tidak bisa lagi digunakan dan dilintasi oleh angkutan umum. Mengalami longsor dan putus total. Jembatan runtuh baik yang dari arah Banjarmasin longsor sekitar 4 meter dan dari arah Hulu Sungai longsor sekitar 5 meter, untuk sementara tidak dapat dilalui arus lalu lintas," ungkap Widodo Saputra, Minggu (17/1/2021).

Ia mengatakan sebelumnya perbaikan oprit pada jembatan masih bersifat sementara dengan memasang pelat besi oleh Balai Perbaikan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Ia menyebut karena lalulintas cukup padat membuat jembatan yang baru diperbaiki ini kembali mengalami kerusakan. Para pengguna jalan diminta melewati jalur alternatif lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar Mokhammad Hilman mengatakan penanganan rusaknya jembatan Trans Kalimantan kedua kalinya akan segera dilakukan. Sebab, ia mengatakan jembatan tersebut sangat penting untuk transportasi ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

"Kemarin kan dipasang sheet pile pada oprit jembatan terangkat karena kerusakan bagian bawah oprit makin melebar akibat tergerus derasnya air sehingga jembatan tidak bisa dilintasi orang maupun kendaraan," ucapnya.

Akibat putusnya jalan utama Trans Kalimantan ini, sejumlah warga yang ingin berpergian ke kota Barabai terpaksa membatalkan niatnya. Padahal, warga berniat mengirimkan bantuan makanan dan pakaian untuk para korban banjir di Barabai, Hulu Sungai Tengah.

"Terpaksa gagal lagi ke Barabai. Padahal kami ingin ke Barabai menemui keluarga dan membawa sejumlah bantuan sembako dan pakaian, sumbangan masyarakat untuk dibagikan kepada para korban banjir di sana," kata salah satu warga Kompleks Mandiri Permai Banjarmasin, Yasin.

(ibh/ibh)