Gubernur DIY Meminta Tes Penerimaan CPNS Diundur

Gubernur DIY Meminta Tes Penerimaan CPNS Diundur

- detikNews
Senin, 06 Feb 2006 20:30 WIB
Yogyakarta - Tak ingin jumlah pelamar CPNS di daerahnya membludak, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta tes CPNS diundur menjadi 28 Februari 2006.Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) agar jadwal ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di DIY diundur pada tanggal 28 Februari 2006. Alasannya, agar tes CPNS bisa digelar serentak dengan provinsi-provinsi lainnya. Apabila tetap digelar 11 Februari 2006, saat ini para pelamar CPNS dari provinsi lain banyak yang mendaftar di DIY hingga melebihi batas."Kami meminta kepada Menpan agar tes CPNS di DIY diundur. Sebab provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur telah mengubah jadwal tes pada tanggal 28 Februari," kata Sultan kepada wartawan di kantor Gubernur di komplek Kepatihan, Senin (6/2/2006).Sultan mengatakan Pemerintah provinsi DIY secara resmi telah mengirim surat kepada Menpan dan Kepala Bekepegawaian Negara (BKN) nomor 800/0438 tertanggal 6 Februari 2006 yang meminta agar pelaksanaan tes CPNS di DIY juga diundur dan diseragamkan dengan provinsi lain tanggal 28 Februari.Menurut Sultan, bila mengacu pada Surat Edaran Menpan nomor SE/01/M.PAN/1/2006 tentang penyelenggaraan pengadaan CPNS tahun 2005/2006 dan Peraturan Kepala BKN nomor 2 tahun 2006 tentang jadwal pelaksanaan pengadaan CPNS, ujian CPNS secara nasional akan digelar pada 11 Februari 2006. Namun karena banyak kendala beberapa daerah di luar DIY telah mengubah jadwalpelaksaan tes. Akibatnya, banyak pelamar dari luar DIY yang mendaftar ke DIY hingga jumlahnya melebihi dari prediksi panitia. "Ini menjadi beban berat bagi panitia penerimaan CPNS di DIY dan dapat menimbulkan keresahan bagi para pelamar sendiri," ujar Sultan.Sultan menambahkan membludaknya pelamar membuat panitia ujian mengalami kesulitan teknis untuk menggelar pelaksanaan ujian sesuai dengan jadwal yang ditetapkan semula. "Itu baru satu masalah tempat ujian saja, belum lagi panitia yang kesulitan saat mempersiapkan lainnya seperti petugas/pengawas ujian, penggandaan soal, distribusi soal ujian dan sebagainya," tegas Sultan.Sementara itu Kepala Biro Kepegawaian Provinsi DIY, Hardjono mengakui sejak ada keputusan di di provinsi yang mengundurkan pelaksaan tes CPNS, jumlah pelamar CPNS di DIY mengalami peningkatan yang sangat besar. Hingga penutupan pendaftaran hari Sabtu kemarin, total pelamar CPNS di seluruh DIY sebanyak 80.950 orang. Sementara itu prediksi panitia hanya mentargetkan sekitar 50 ribu pelamar. Perinciannya pelamar CPNS di Kota Yogyakarta 11.565 orang, Kabupaten Bantul 25.000 orang, Kabupaten Kulonprogo 11.407 orang, Gunungkidul 9.448 orang, Sleman 11.073 orang dan pemalar di Pemprov DIY 5.864 orang. "Angka itu di luar perkiraan kita. Padahal, formasi keseluruhan yang tersedia hanya 3.157 lowongan. Bila tetap dilaksanakan tangga 11 Februari, kita benar-benar akan kerepotan," kata Hardjono. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads