BNPB Sebut Penyebab Banjir Kalsel Perlu Kajian, Singgung Pengelolaan Sungai

TIm detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 16:26 WIB
Dampak banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas. Saat ini ada puluhan ribu warga Kalsel mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir.
Banjir di Kalimantan Selatan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan akan mengkaji lebih lanjut mengenai penyebab banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Menurut BNPB, perlu ada kajian komprehensif yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait penyebab utama banjir itu.

"Untuk banjir tentunya masih perlu ada kajian lebih lanjut. Yang jelas pengelolaan daerah aliran sungai kita harus bicara dari hulu ke hilir ya," Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (16/1/2021).

"Jadi ini perlu ada kajian yang cukup komprehensif bukan hanya dari BNPB, tentunya akan melibatkan dari Kementerian Lingkungan Hidup," sambungnya.

Raditya menjelaskan perlu ada kajian mengenai penataan wilayah sungai hingga penataan tata ruang di wilayah sekitar. Menurutnya, komponen tersebut juga dapat mempengaruhi potensi risiko banjir di Kalsel.

"Kemudian yang jelas terkait dengan PU terkait dengan pengelolaan wilayah sungai dan terkait dengan penataan ruang. Jadi saya rasa tiga komponen ini yang penting dalam pengelolaan sungai dan sekaligus sejauh mana memang potensi risiko banjir ini dapat terjadi di wilayah Kalimantan ini," ungkapnya.

Selain itu, Raditya mengatakan curah hujan di Kalsel cukup tinggi. Menurut Raditya, selama fenomena La Nina masih terjadi, dapat memperbesar potensi terjadinya hujan yang menyebabkan banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

"Memang ada curah hujan yang cukup tinggi. Selama masih ada fenomena La Nina dan diperkirakan akan terjadi banjir atau kemudian akan terjadi intensitas yang cukup tinggi, maka kemudian bisa berdampak pada banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor," ujarnya.

Lebih lanjut Raditya mengimbau masyarakat mewaspadai potensi terjadinya hujan deras dan banjir lanjutan. Ia meminta masyarakat terus memantau informasi perkiraan cuaca melalui laman resmi seperti pemda setempat dan BMKG.

"Untuk itu, kami mengimbau untuk seluruh masyarakat mewaspadai mengenali risikonya, daerah mana mereka bertempat tinggal, kira-kira dampaknya apa saja. Ikuti terus informasi yang disampaikan BMKG terkait perkiraan cuaca yang setiap hari disampaikan per tiga hari dan seminggu. Artinya, pemda juga telah mempunyai tanggung jawab untuk menyampaikan ini kepada masyarakat," tegasnya.

Pemerintah menetapkan status tanggap darurat atas kejadian gempa bumi di Sulbar. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2