ADVERTISEMENT

Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Sulbar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 15:23 WIB
Tim SAR gabungan terus menyisir reruntuhan bangunan yang roboh pascagempa Mamuju untuk menemukan korban.
Kerusakan bangunan akibat gempa Sulbar. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)


Gempa dengan magnitudo (M) 6,2 mengguncang Majene dan berdampak pada ibu kota Sulbar di Mamuju. Gempa terjadi pada Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Berdasarkan data per 16 Januari 2021 pukul 02.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat.

Saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit terdampak juga telah dievakuasi sementara ke RS lapangan.

Selain itu, korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 42 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut.

Hingga saat ini, Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam. Sedangkan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan.

Guna mencegah potensi penularan COVID-19 pada lokasi terdampak bencana, Kementerian Kesehatan juga telah mengaktifkan klaster kesehatan yang terletak di Kabupaten Mamuju dengan menyediakan 25 ambulans, tenda, peralatan ortopedi, obat-obatan ortopedi, dan logistik berupa masker bedah 50 ribu lembar dan masker kain 20 ribu lembar.


(dkp/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT