BMKG: Sudah Ada 32 Kali Gempa di Majene Sejak 14 Januari

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 10:38 WIB
Petugas mengukur panjang amplitudo letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari data rekam seismograf di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Kamis (27/12/2018). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menaikan status GAK dari WASPADA ke level SIAGA sejak Kamis (27/12) karena frekwensi letusan meningkat dengan amplitudo rata-rata 25 milimeter diiringi dentuman cukup keras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Seismograf, alat perekam gempa (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Jakarta -

BMKG memutakhirkan parameter gempa berkekuatan magnitudo (M) dari 5,0 menjadi M 4,8. Itu merupakan gempa paling baru yang terjadi di Majene. Berdasarkan hasil monitoring BMKG, ada 32 kali aktivitas gempa susulan hingga saat ini.

"Hingga hari Sabtu, 16 Januari 2021, pukul 07.03 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 32 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo maksimal M 4,8. Gempa ini merupakan rangkaian gempa bumi susulan pada 14 Januari 2021 pukul 13.35 dengan M 5,9," tulis BMKG dalam ulasan di akun Twitter @infoHumasBMKG, yang dilihat Sabtu (16/1/2021).

Episenter gempa M 4,8 itu terletak pada koordinat 2,89 Lintang Selatan dan 119,05 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 km arah tenggara dari Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Kedalaman gempa 10 km.

BMKG mengatakan jenis gempa ini merupakan gempa dangkal yang diakibatkan aktivitas sesar lokal. Guncangan gempa dirasakan hingga daerah Mamuju dengan skala MMI III, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi adalah jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," tulis BMKG.

"Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Mamuju, III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," lanjutnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak karena gempa.

Simak video 'Gempa M 5,0 Kembali Guncang Majene Sulbar':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/dnu)