Legislator PPP Positif COVID H-1 Muktamar, Kini Negatif Usai Sebulan Isolasi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 09:37 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi, menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI dengan Tema Potensi Golput di Pemilu 2019 di Media Center MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (18/2/2019).
Legislator PPP Achmad Baidowi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR dari Fraksi PPP Achmad Baidowi menyatakan dirinya sempat terpapar virus Corona (COVID-19) sehari sebelum muktamar partai. Baidowi kini sudah dinyatakan negatif COVID-19 setelah sebulan menjalani isolasi mandiri.

Baidowi menerangkan terpapar COVID-19 pada 17 Desember 2020 berdasarkan hasil tes swab PCR. Baidowi akhirnya tidak mengikuti Muktamar IX PPP di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, secara fisik.

"Saya diketahui positif COVID berdasarkan hasil PCR swab tanggal 17 Desember 2020 atau sehari sebelum pembukaan Muktamar PPP IX di Makassar. Sementara saya sebagai sekretaris panitia pelaksana (OC), sehingga harus melewatkan momentum tersebut secara fisik dan memantau-mengkoordinasikan acara secara virtual," ujar Baidowi kepada wartawan, Sabtu (16/1/2021).

Sejak 17 Desember 2020, Baidowi menjalani isolasi di sebuah hotel di kawasan Jakarta. Pada 28 Desember 2020, Baidowi dipersilakan melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

Baidowi rutin melakukan tes swab PCR setiap minggu. Hingga Jumat, 15 Januari 2021, Baidowi dinyatakan negatif COVID-19.

"Hasil swab PCR terakhir dinyatakan negatif (Jumat, 15/1/21). Artinya, kurang-lebih 1 bulan berjibaku dengan COVID-19," ungkapnya.

Pria yang juga duduk di kursi pimpinan Badan Legislasi (Baleg) DPR berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu proses penyembuhannya dari COVID-19. Dia mengingatkan akan dampak dari terpapar COVID-19.

"Tentu kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses penyembuhan, termasuk bantuan doa. Sekaligus Kami mengingatkan virus COVID-19 ini daya rusaknya dahsyat sehingga butuh waktu untuk pemulihan. Kita harus tetap disiplin menjalankan prokes," ucapnya.

(dkp/dkp)