Banjir di Kalsel Rendam Jalan Lintas Provinsi

Antara News - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 00:02 WIB
Sebanyak 21.990 jiwa dan 6.346 unit rumah di Tanah Laut, Kalsel, terendam banjir (dok BNPB)
Foto: Sebanyak 21.990 jiwa dan 6.346 unit rumah di Tanah Laut, Kalsel, terendam banjir (dok BNPB)
Banjarmasin -

Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) merendam sejumlah titik. Salah satunya jalur lintas provinsi.

"Dengan kondisi banyak jalan yang tergenang di Jalan Gubernur Syarkawi yang merupakan perlintasan truk dari Kalsel ke Kalimantan Tengah dan sebaliknya, maka otomatis aktivitas ekonomi terganggu," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Maesa Soegriwo di Banjarmasin, dilansir dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Diketahui, banjir merendam Jalan Gubernur Syarkawi yang membentang dari Kecamatan Gambut ke Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Jalan ini juga menghubungkan ke Desa Trantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.

Dari catatan Antara, jalan tersebut diketahui berlubang. Ketika hujan turun, jalan yang rusak itu kerap terendam air sehingga sangat membahayakan pengendara mobil maupun motor yang melintas.

Banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel.Banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel. Foto: Banjir di Kabupaten Banjar, Kalsel. (Dok Polda Kalsel)

"Makanya kami minta berhenti dulu truk-truk ketika jalan tergenang seperti saat ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan," ucap Maesa.

Maesa mengaku telah berkoordinasi dengan dinas perhubungan setempat terkait perbaikan jalan. Ia sangat berharap adanya aksi perbaikan jalan dari pemerintah daerah.

"Kalau kondisi cuaca sudah normal maka kami harapkan jalan yang terjadi kerusakan segera diperbaiki agar tidak sampai mengganggu aktivitas ekonomi karena jalur ini sangat vital," tandasnya.

Salah seorang pengemudi truk, Rahmadi, mengaku tidak bisa melintasi jalan tersebut sejak 3 hari yang lalu. Ia terpaksa bermalam di mobilnya karena khawatir bila memaksakan, mobilnya akan mogok di tengah jalan.

"Mudah-mudahan banjir segera surut agar kami beraktivitas normal lagi dan bisa pulang ke rumah juga tentunya," ucap Rahmadi.

Banjir bandang masih merendam sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga saat ini. Basarnas mengungkapkan sudah ada 2.600 warga terdampak banjir yang mengungsi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk meminta laporan terkait perkembangan penanganan banjir. Jokowi memerintahkan jajaran segera mengirimkan bantuan, terutama perahu karet, ke lokasi banjir di Kalsel.

"Ya tadi saya sudah menelepon Gubernur Kalimantan Selatan untuk mendapatkan laporan mengenai banjir yang ada di Kalimantan Selatan dan saya juga telah memerintahkan Kepala BNPB, telah memerintahkan juga Panglima TNI dan Kapolri, untuk secepat-cepatnya mengirim bantuan terutama yang berkaitan dengan perahu karet yang sangat dibutuhkan penanganan bencana banjir di Kalimantan Selatan," kata Jokowi dalam video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/1).

Jokowi mengajak masyarakat lebih waspada bencana. Masyarakat juga diminta selalu memperhatikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Sekali lagi saya mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir, longsor, karena bulan-bulan ini terjadi peningkatan curah hujan yang cukup ekstrem, dan perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG," ujar Jokowi.

(isa/isa)