Jokowi Perintahkan Panglima TNI-Kabasarnas ke Lokasi Bencana Kalsel dan Mamuju

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 19:34 WIB
Kabasarnas Perpanjang Proses Evakuasi Sriwijaya Air SJ182
Kabasarnas menggelar jumpa pers di JICT II. (Dyas/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Basarnas Marsma TNI Bagus Puruhito bergerak ke Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Mamuju, Sulawesi Barat, besok. Keduanya diminta membawa peralatan yang dibutuhkan untuk menangani bencana.

"Presiden sudah memerintahkan kepada Kepala BNPB dan Mensos untuk ke Mamuju, dan besok Panglima TNI dan saya diperintahkan untuk ke Kalsel, ke Mamuju dengan membawa beberapa keperluan yang dibutuhkan," kata Kepala Basarnas Marsma TNI Bagus Puruhito di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021).

Bagus menjelaskan peralatan yang dibawa di antaranya perlengkapan untuk melakukan search and rescue (SAR).

Peralatan yang akan dibawa yakni perahu karet dan peralatan lainnya. Bagus juga mengatakan Tim Basarnas di Mamuju sudah melakukan evakuasi kepada korban.

"Di antaranya peralatan-peralatan untuk melaksanakan operasi SAR, perahu karet, dan lain-lain. Untuk di Mamuju, SAR gabungan juga sudah turun, dari Basarnas juga sudah melakukan ekstrikasi atau mencari orang yang tertimbun reruntuhan bangunan," jelas Bagus.

Bagus menyebut, 1 KN SAR sudah dikerahkan ke Mamuju beserta tim evakuasi. Selain itu, juga ada 1 KN SAR yang akan tiba dari Makassar dan Palu.

"Seperti yang sudah saya katakan bahwa Basarnas dari Balikpapan dengan 1 KN SAR dan rescuer-nya bergerak ke Mamuju. Dari Makassar juga dengan 1 KN SAR dan rescuer-nya, dari Palu juga kemudian," jelasnya.

Sementara itu, Tim Urban Basarnas dari Jakarta juga ikut membawakan peralatan ekstrikasi. Peralatan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun itu terdapat 10 set.

"Demikian juga dari Jakarta, 1 Tim Urban SAR beserta dengan seluruh peralatan-peralatannya dan peralatan utama, peralatan ekstrikasi, yaitu untuk mencari korban dalam reruntuhan-reruntuhan bangunan ada 10 set yang dibawakan," tutur Bagus.

Bagus juga berharap bantuan yang sudah dikerahkan ini bisa membantu lancarnya operasi SAR. Dengan itu, dia memohon doa agar bisa dilaksanakan secara optimal.

"Mudah-mudahan ini semuanya bisa membantu memperlancar pelaksanaan operasi SAR di daerah-daerah bencana tersebut," kata Bagus.

"Mudah-mudahan pelaksanaan operasi SAR berjalan lancar dan mohon doanya dan kita akan berusaha seoptimum yang bisa kita laksanakan," sambungnya.

Seperti diketahui, gempa mengguncang Mamuju dan Majene Sulbar hingga mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan orang meninggal. Selain di Sulbar, bencana banjir melanda Kalimantan Selatan.

(mae/mae)