Viral Ribut Debt Collector-Ojol di Jakpus, Polisi: Cuma Salah Paham

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 18:59 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi
Foto: Wildan/detikcom
Jakarta -

Keributan terjadi antara debt collector dengan sejumlah driver ojek online viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di Sawah Besar, Jakarta Pusat, itu dipicu kesalahpahaman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan awalnya pihak kepolisian tengah melakukan kegiatan di Kampung Tangguh Jaya, Jakarta Pusat. Selanjutnya, dia menyebut ada informasi adanya kerumunan di sekitar Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), pukul 09.45 WIB.

"Selanjutnya langsung dilakukan pengecekan dan ternyata benar adanya titik kumpul antara debt collector dari dan beberapa pengemudi ojol di mana sebelumnya terjadi salah paham antara pengemudi ojol dengan inisial HW," kata Hengki dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Hengki mengatakan keributan awalnya terjadi antara seorang debt collector dengan pengemudi ojol berinisial HW. Saat itu debt collector tiba-tiba menagih kelengkapan surat-surat motor pengemudi ojol tersebut.

"Adapun salah paham terjadi sewaktu debt collector melakukan pemberhentian kepada HW sebagai pengemudi ojol untuk menanyakan kelengkapannya dan ternyata pengemudi ojol tersebut semua kelengkapan surat-surat kendaraannya lengkap STNK dan BPKB," ucapnya.

Hengki menyebut lokasi keributan itu semakin ramai dipenuhi oleh para pengemudi ojol. Namun perselisihan tersebut diselesaikan setelah pihak debt collector mengakui adanya kesalahan data.

"Atas kejadian terjadi kesalahpahaman tersebut sehingga terjadi kerumunan pengemudi ojol yang lainnya, namun permasalahan tersebut sudah dapat diselesaikan antara debt collector dengan pengemudi ojol karena terjadi kesalahan data," ujarnya.

Hengki mengatakan saat itu juga pihaknya langsung membubarkan kerumunan ojol dan debt collector tersebut.

"Langsung melakukan penegakan hukum secara humanis sesuai dengan protap protokol kesehatan, dengan cara memberikan imbauan kamtibmas untuk segera meninggalkan lokasi guna menekan penyebaran COVID-19," imbuhnya.

(maa/mea)