Ketua MPR RI Dorong Ormas Kebudayaan Lestarikan Budaya Bangsa

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 18:30 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan selama ini sektor pertanian selalu diidentikkan dengan kehidupan desa yang tak jarang dipandang sebelah mata.
Foto: Dok. MPR
Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong organisasi kemasyarakatan berbasis kebudayaan Surosowan Indonesia Bersatu berkolaborasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi ini Ia berharap kebudayaan dapat menjadi jantung pengembangan sektor pariwisata.

Pada pertemuan dengan perwakilan Surosowan Indonesia Bersatu, Bamsoet mengungkap sejak tahun 2013 hingga data terakhir di 2017, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaporkan terdapat 7.241 karya budaya yang tercatat dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

"Kesemuanya itu harus dijadikan kekuatan bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk mendongkrak sektor pariwisata sehingga bisa memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (15/1/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini pun memaparkan, pada konvensi UNESCO tahun 2003 bertajuk 'Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage' telah ditetapkan kriteria karya budaya yang masuk dalam WBTB. Ia mengurai karya WBTB tersebut di antaranya tradisi dan ekspresi lisan, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya tak benda, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku alam dan semesta serta kemahiran kerajinan tradisional.

"Karena turut meratifikasi konvensi tersebut, yakni melalui Peraturan Presiden No. 78/2007, Indonesia memiliki kewajiban untuk turut serta melakukan pencatatan terhadap karya budaya yang masuk dalam kategori WBTB asal Indonesia. Sehingga bisa tercatat dengan baik, menjadi bagian dari kekayaan karya budaya dunia," papar Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menilai Surosowan Indonesia Bersatu sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang kebudayaan punya peran strategis dalam pengembangan budaya serta sektor pariwisata. Khususnya dalam memberikan masukan kepada pemerintah mengenai karya budaya apa saja yang ada di masyarakat yang bisa masuk dalam pencatatan WBTB.

"Karena dari jumlah sekitar 7.241 karya budaya yang sudah dicatat Kemendikbud dalam WBTB Indonesia, di lapangan masih terdapat banyak sekali karya budaya yang belum tercatat. Entah karena minimnya informasi maupun karena hal lainnya. Peran Ormas yang hidup berdampingan dalam keseharian masyarakat, diharapkan dapat mempermudah pemerintah melakukan pencatatan terhadap karya budaya bangsa. Sehingga bisa terus dilestarikan, tak punah ditelan roda zaman," jelas Bamsoet.

Adapun pertemuan ini dihadiri Pengurus Pusat Surosowan Indonesia Bersatu di antaranya Ketua Umum TB Uuy Faisal Hamdan, Sekretaris Herdian Bayu Samudro, dan para anggota lainnya seperti Aris Rahmatdi, Hasdar Hanafi, dan Rahmad Rivaldi. (prf/ega)