Mahasiswa Medan Mogok Makan Tolak Kenaikan TDL

Mahasiswa Medan Mogok Makan Tolak Kenaikan TDL

- detikNews
Senin, 06 Feb 2006 17:33 WIB
Medan - Aksi mogok makan tampaknya masih menjadi sarana utama menyampaikan tuntutan masalah kelistrikan. Di Medan, ibukota Sumatera Utara (Sumut), enam mahasiswa juga menggelar aksi mogok makan bersama menuntut pemerintah membatalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Tapi tidak pakai jahit mulut segala seperti korban SUTET. Keenam mahasiswa itu adalah Ganda Sinaga, Sabar, Hiras dari Komunitas Mahasiswa Bersama Rakyat (Komentar) dan Joel, Relin serta Roy dari Front Pembela Tanah Air (Front Peta). Aksi itu digelar Senin (6/2/2006) sejak pukul 01.00 WIB di depan kantor Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumut di Jalan Babalan, Medan. Di dinding dan pagar bangunan kantor sekitar lokasi mogok makan, mereka menempelkan poster-poster berisi tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya bertuliskan, "Tolak Kenaikan TDL" dan "Usut Tuntas Pelanggaran HAM dan Pembunuhan Munir". Menurut Viktor Sinaga, koordinator aksi mogok makan bersama ini, para mahasiswa melakukan aksi mogok makan karena kebijakan-kebijakan pemerintah belakangan ini semakin memperburuk kondisi perekonomian masyarakat. Sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru tidak bisa diharapkan perannya. Sebenarnya, kata Viktor, kebijakan menaikkan TDL tidak perlu dilakukan jika pemerintah serius menindaklanjuti korupsi triliunan rupiah yang berlangsung di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun pemerintah dinilai tidak terlalu memprioritaskan cara ini, dan menganggap menaikkan TDL sebagai solusi persoalan. "Kenaikan TDL akan sama sebangun dengan kebijakan impor beras, dan kenaikan BBM. Intinya hanya menyengsarakan rakyat," kata Viktor Sinaga. Viktor, yang tidak turut serta mogok makan, menyatakan aksi ini akan terus dilakukan hingga batas waktu tidak terbatas. Mereka akan berhenti mogok makan jika pemerintah memenuhi tuntutan mereka. (nrl/)


Berita Terkait