Umat Islam di Yogya Juga Demo Karikatur Nabi
Senin, 06 Feb 2006 17:00 WIB
Yogyakarta - Demo mengecam pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW masih terus terjadi. Puluhan umat Islam di Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi mengecam pemuatan karikatur/kartun nabi Muhammad di koran Jyllands-Posten, Denmark.Aksi hari ini Senin (6/2/2006) mulai pukul 13.30 WIB digelar di perempatan kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati. Aksi itu di antaranya diikuti oleh perwakilan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DIY, Forum Silaturahmi Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY),Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Yogyakarta dan Majelis Mujahidin. Beberapa poster yang dibawa di antaranya "Menghina rasul = menghina seluruh umat Islam, hukuman mati bagi penghina Rasul, No Mercy bagi penghina Rasul."Koordinator aksi Muhammad Alwan dalam orasinya menyatakan meski pemerintah RI sudah mengeluarkan pernyatan mengecam pemuatan karikatur gambar Nabi Muhammad, tetapi sampai sekarang belum ada satu pun permintaan maaf dari negara Barat yang ikut memuat. "Ini harus kita pertanyakan mengapa mereka tak mau dan malah bersikap arogan. Itu berarti media Barat telah menyebarkan kebencian, penghinaan dan pelecehan terhadap umat Islam," kata Alwan.Menurut Alwan, semua umat Islam di seluruh dunia merasa terhina dan marah dengan pemuatan karikatur tersebut. Sebab dalam Islam haram hukumnya menggambar Nabi Muhammad. Namun kenyataannya justru dijawab dengan dalam kekebasan berekspresi. "Itu tetap tidak benar, harus dilawan. Apa kita terima Nabi dan Rasul kita dihina, dilecehkan begitu saja oleh orang lain," teriak Alwan disambut teriakan tidak serta takbir Allahu Akbar berkali-kali oleh peserta demo.Alwan menegaskan kasus penghinaan terhadap umat Islam dan Nabi Muhammad telah berulang kali terjadi di Barat. Dia kemudian mencontohkan beberapa daftar dosa yang dilakukan orang Barat maupun negara Barat seperti kasus buku Satanic Verses karya Salman Rushdi tahun 1989 di Inggris dan lain-lain. "Sikap umat Islam sudah jelas yakni melawan dan menentang. Kita harus hati-hati dengan pemuatan kartun itu karena bisa jadi sebagai salah satu agenda global untuk perang terhadap Islam, sehingga tidak ada kata lain kecuali membela dan melindungi kehormatan Islam," tegas Alwan. Setelah menggelar aksi selama lebih kurang satu jam sambil membagi-bagikan beberapa selebaran kepada semua orang yang melintas di tempat itu, sekitar pukul 14.30 WIB, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Hingga aksi berakhir, tidak ada satu pun aparat kepolisian yang menjaga aksi mereka. Hanya beberapa orang anggota polisi lalu lintas yang berjaga-jaga di pos penjagaan sekitar 30 meter dari tempat berlangsung aksi.
(nrl/)











































