Eks Dirjen di KKP-Penjual Durian Dipanggil KPK di Kasus Edhy Prabowo

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 11:33 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil sejumlah nama untuk menjadi saksi kasus suap ekspor benih lobster atau benur hari ini. Sejumlah saksi itu dari mantan Dirjen di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga penjual durian.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan ada tujuh saksi yang dipanggil KPK hari ini. Menurut Ali, ketujuh saksi tersebut hendak diperiksa untuk dua tersangka yakni Edhy Prabowo dan Suharjito.

"Mereka dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo) dan Suharjito (SJT)," kata Ali kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Ada dua saksi yang akan diperiksa untuk tersangka Edhy Prabowo. Mereka adalah Manajer Kapal PT DPP Agus Kurniawanto dan seorang staf bernama Adi Sutejo.

Sedangkan lima saksi lainnya dipanggil sebagai saksi Suharjito. Kelimanya ialah mantan Dirjen Perikanan Tangkap Jalan KKP Zulfikar Mochtar, Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP Rina, karyawan swasta Abimanyu, IRT Devi Komalasari, serta penjual durian, Qushairi Rawi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan eks Menteri KKP Edhy Prabowo sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Selain Edhy, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut ini daftarnya:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP), Menteri KKP (kini nonaktif);
2. Safri (SAF), Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

(fas/man)