Lewat SMA Pradita Dirgantara, TNI AU Siap Dukung Program Indonesia Emas 2045

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 02:17 WIB
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan TNI AU selalu berupaya mengumpulkan generasi muda terbaik dari seluruh pelosok negeri. Upaya itu dilakukan salah satunya melalui pendidikan.

Dia mengatakan TNI AU melalui SMA Pradita Dirgantara berupaya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul demi menuju Indonesia Emas 2045 sesuai dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya berharap kegiatan ini dapat memberi gambaran yang jelas akan komitmen SMA Pradita Dirgantara untuk mewujudkan diri sebagai ikon disrupsi pendidikan Indonesia guna mencetak generasi yang mampu survive and thrive di era disrupsi ini," kata Marsekal Fadjar dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara talkshow bertema SMA Pradita Dirgantara sebagai icon Disrupsi Pendidikan Indonesia yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (14/1). Tema ini diambil sebagai respons dari disrupsi teknologi dan pendidikan yang terjadi di Indonesia dan dunia yang salah satunya sebagai akibat pandemi COVID-19.

Disrupsi yang dimaksud ialah inovasi yang akan menggantikan sistem lama dengan cara-cara baru.

Dia mengatakan kehadiran SMA Pradita Dirgantara merupakan upaya konkret dalam mencetak generasi pemimpin dunia masa depan (future world leader) yang berkarakter, dan berwawasan kedirgantaraan dengan tetap memegang teguh jiwa Pancasila.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam keynote speech menekankan agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan wawasan dan pemahaman SMA Pradita Dirgantara sehingga siap menghadapi arus perubahan dunia pendidikan Indonesia dan kemajuan iptek dunia.

"Kembangkan pemikiran kritis dan terbuka untuk menciptakan inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajar," tegas Marsekal Hadi.

Dalam acara ini dihadirkan sejumlah narasumber. Dirjen Pendidikan Paud, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Jumeri, membahas tentang merdeka belajar dalam konteks sekolah berasrama.

Sementara Perwakilan UNESCO di Jakarta Gunawan Zaki membahas tentang SMA Pradita Dirgantara sebagai member UNESCO ASPnet. Dan Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali membahas tentang SMA Pradita Dirgantara dengan ikon disrupsi pendidikan Indonesia.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Asisten Kasau (Wakasau) Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, para pejabat TNI AU, Ketua Umum Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Nanny Hadi Tjahjanto, Wakil Ketua Umum Yasarini Inong Fadjar Parasetyo, Ketua Harian Yasarini Ana Fahru Zaini Isnanto, dan para pemimpin redaksi media cetak, elektronik, daring, dan radio.

(jbr/dwia)