Takut Tsunami-Gempa Susulan, Warga Majene Sempat Ngungsi ke Perbukitan

Abdy Febriadi - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 20:48 WIB
Warga Majene sempat mengungsi ke perbukitan setelah terjadi gempa karena takut terjadi tsunami dan gempa susulan (Abdy Febriady/detikcom)
Warga Majene sempat mengungsi ke perbukitan setelah terjadi gempa karena takut terjadi tsunami dan gempa susulan. (Abdy Febriady/detikcom)
Majene -

Ratusan warga di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), sempat mengungsi ke arah perbukitan usai terjadi gempa bumi magnitudo 5,9. Warga mengungsi karena takut terjadi tsunami, apalagi sempat terjadi gempa susulan M 4,9.

"Pas gempa, kita langsung mengungsi cari tempat aman karena kita takut tsunami," kata salah satu warga, Aco, kepada wartawan di lokasi pengungsian, Kamis (14/1/2021).

Selain membuat rumahnya hancur, Aco mengaku peristiwa gempa membuat salah satu kerabatnya terluka akibat tertimpa reruntuhan rumah. Aco bersama warga di daerah ini mengaku akan terus mengungsi hingga mendapat kepastian bahwa kondisi sudah aman kembali.

"Rumah hancur dan isinya, retak tembok, iparku juga kena reruntuhan batu merah. Kami akan terus di sini sampai ada imbauan kalau sudah aman," ujarnya.

Untuk itu, Aco berharap pemerintah memberikan perhatian. Apalagi warga yang mengungsi bertahan di bawah tenda darurat dengan kondisi seadanya.

"Harapannya, bagaimana pemerintah setempat memberikan bantuan, karena kita di sini sangat terbatas dengan kondisi pengungsian. Bawa alat sendiri dan bangun tenda sendiri," ujarnya.

Warga Majene sempat mengungsi ke perbukitan setelah terjadi gempa karena takut terjadi tsunami dan gempa susulan (Abdy Febriady/detikcom)Warga terpaksa berdesakan karena tenda dibuat seadanya dan kondisi hujan. (Abdy Febriady/detikcom)

Warga lain, Sudirman mengungkapkan setidaknya ada lima titik lokasi pengungsian yang berada di kawasan perbukitan, Lingkungan Banua, Kelurahan Malunda. Dia mengatakan sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.

"Sementara ada sekitar lima lokasi pengungsian, di tempat lain kemungkinan lebih. Pasca gempa, hampir semua warga mengungsi dan mengamankan harta benda, namun ada juga yang sudah mulai kembali ke kampung sambil berjaga-jaga," kata dia.

Pantauan di lokasi, kurangnya tenda membuat warga yang berada di lokasi pengungsian terpaksa berdesakan. Hujan yang terus mengguyur, membuat para pengungsi rawan terserang penyakit. Terlihat ada lansia dan anak-anak yang ikut mengungsi. Di dalam tenda tersebut alat tidur yang memadai terbatas.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 13.35 WIB, berkekuatan M 5,9. Berada di darat pada jarak 4 kilometer arah barat laut Majene, Sulbar, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa susulan terjadi pada pukul 14.00 WIB dengan kekuatan M 4,9. Getaran akibat gempa, dirasakan hampir semua daerah di Sulbar.

(jbr/jbr)