Keracunan Klorin, 14 Warga Medan Dirawat di RS
Senin, 06 Feb 2006 15:49 WIB
Medan - Sebanyak 14 warga Medan, Sumatera Utara, terpaksa dirawat di rumah sakit karena keracunan. Sumbernya diduga kuat dari tabung gas klorin yang dibeli dari pemulung oleh Rasidi, tetangga para korban. Hingga Senin (6/2/2006), para korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Maya Sari, Jalan Marelan Raya, Medan. Termasuk dalam daftar korban, seorang anak berusia sembilan tahun bernama Sri Rezeki, dan Seneng seorang pria lanjut usia yang berumur sekitar 80 tahun. Kejadiannya bermula ketika Rasidi, 60 tahun, membeli sebuah tabung gas dari seorang pemulung pada Sabtu (4/2/2005). Rencananya tabung setinggi 1,5 meter itu akan dijadikan kompresor untuk mengisi angin ban kendaraan bermotor. Pada hari Sabtu itu, dia sempat membuka tabung sebentar dan dari ujung tabung keluar asap kuning kehijauan. Karena khawatir, dia menutup lubang tabung, kemudian menempatkan tabung itu di dalam parit di depan rumahnya yang berada di Lingkungan XIV, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Pada Minggu (5/2/2006) sekitar pukul empat sore, Rasidi kemudian membuka lagi tabung lagi. Kali ini asap yang keluar lebih banyak dan dia tidak berhasil menutup tabung itu kembali. Akibatnya asap pun bergerak ke mana-mana. Diduga kuat asap itu merupakan klorin (C12), bahan pemutih pada industri bubur kertas (pulp). Penghuni empat rumah yang berada di sebelah selatan rumah Rasidi, menjadi korban. Seluruh korban merupakan keluarga besar Nasir. Sementara pohon-pohon di sekitarnya langsung meranggas. Pada sore itu juga para korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. "Kami merasa pusing dan panas di leher. Susah bernafas," ujar salah satu korban, Lisna, 34 tahun. Saat kejadian dia yang tengah mengandung dengan usia janin tujuh bulan. Dia khawatir kejadian ini akan mempengaruhi kandungannya. Rasidi tidak turut menjadi korban. Namun saat ini tengah diperiksa di Mapolsekta Medan Labuhan. Menurut Kapolsek AKP M Rivai Arvan, pihaknya masih mendalami kejadian ini.
(nrl/)











































