KNKT Unduh Data FDR Black Box Sriwijaya Air, Begini Prosesnya

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 15:25 WIB
Flight Data Recorder (FDR) black box Sriwijaya Air SJ182 berhasil ditemukan pada hari ke-4 pencarian, Selasa (12/1). Begini proses pncarian hingga FDR ditemukan.
Flight Data Recorder (FDR) black box Sriwijaya Air SJ182. (Foto: detikcom)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai mengunduh data flight data recorder (FDR) black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang sudah ditemukan. KNKT mengungkap proses pengunduhan itu bisa memakan waktu dua jam.

KNKT mengunggah video tahapan pengunduhan FDR Sriwijaya Air. Ada beberapa proses yang harus dilakukan lebih dulu sebelum data itu bisa diambil.

"Proses pengunduhan data dari FDR Sriwijaya Air di mana KNKT telah menerima crash survivable memory units (CSMUs), yaitu bagian dari black box yang tahan banting, tahan benturan sampai dengan 250 g, dan tahan suhu sampai 1.000 derajat selama satu jam," ujar Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan, Nurcahyo Utomo, dalam video yang dirilis KNKT, seperti dilihat, Kamis (14/1/2021).

Nurcahyo mengatakan tahap awalnya adalah mengeluarkan CSMUs untuk dibersihkan kotorannya dari garam. Setelah itu, dibersihkan lagi dengan air suling dan dibersihkan memakai alkohol.

"Dibersihkan dari kotoran terutama dari garam karena unit ini pernah tenggelam di laut," jelas dia.

"Setelah dibersihkan dilanjutkan proses pengeringan dengan open khusus selama 8 jam dan setelah kering akan dilanjutkan dengan pengunduhan data menghubungkan memori unit ini dengan unit flight data recorder yang masih bagus untuk diunduh datanya," imbuh Nurcahyo.

Dia mengatakan proses ini serupa dengan pengunduhan data dari sebuah CS ke player yang kondisi masih bagi.

"Proses pengunduhan data diperkirakan memakan waktu 2 jam apabila lancar tanpa kendala," ujar Nurcahyo.

Sebelumnya, KNKT berjanji akan menghadirkan laporan awal investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 dalam waktu 30 hari. Ketua Sub-Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan pihaknya akan membuat laporan secara detail dalam laporan awal tersebut.

"Kami akan menghadirkan laporan awal investigasi dalam waktu 30 hari," ujar Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, melalui keterangan tertulis, Rabu (13/1).

Nurcahyo mengatakan KNKT punya kewajiban sesuai dengan ketentuan internasional untuk memberi laporan awal. Adapun batas waktu untuk membuat laporan awal selambat-lambatnya adalah 30 hari sejak kecelakaan terjadi.

Meski demikian, Nurcahyo menyebut laporan awal tersebut belum termasuk analisis KNKT. Menurutnya, analisis perlu dilakukan secara mendalam dan membutuhkan waktu.

"Namun dalam 30 hari itu, mungkin belum termasuk analisa KNKT, karena butuh waktu untuk mengungkap penyebabnya seperti apa, masalahnya di mana, atau pemeliharaannya bagaimana, semua pasti akan diungkapkan," kata Nurcahyo.

(idn/fjp)