Serahkan Laporan Detail Kasus Km 50 ke Jokowi, Ini Harapan Komnas HAM

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 13:18 WIB
Jumpa pers Mahfud Md dan Komnas HAM (Screenshot Youtube Kemenko Polhukam)
Jumpa pers Mahfud Md dan Komnas HAM (Screenshot YouTube Kemenko Polhukam)
Jakarta -

Komnas HAM telah menyerahkan hasil investigasi tewasnya 6 anggota laskar FPI pengawal Habib Rizieq ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Komnas HAM berharap laporannya menambah terangnya peristiwa.

"Tadi kami menyerahkan laporan lengkap ini laporannya sejumlah 103 halaman ditambahkan dengan lampiran, terus kami juga memberikan sebuah flash disk yang berisi beberapa dokumen yang memang menunjang yang sudah ditulis dalam laporan ini. Jadi ini laporannya cukup detail. Kami berharap laporan yang cukup detail ini itu menambah terangnya peristiwa," kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube Kemenko Polhukam, Kamis (14/1/2021).

Komnas HAM juga berharap laporannya dapat memudahkan pelaksanaan rekomendasi terkait kasus tersebut. Selain itu, sebagai awal penegakan hukum dalam kasus Km 50 Tol Jakarta-Cikampek.

"Jadi memudahkan untuk bagaimana pelaksanaan rekomendasi, yang kedua sebagai modalitas awal untuk melakukan penegakan hukum," ujar Choirul.

Choirul mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyambut baik laporan Komnas HAM ini. Dia berharap peristiwa yang menewaskan 6 laskar FPI bisa segera terselesaikan.

"Jadi sambutan baik oleh presiden dan kami juga menyiapkan bahan-bahan yang cukup detail di sini. itu kita berharap agar kasus ini segera bisa terselesaikan, dan kita bisa belajar banyak dari kasus ini bahwa atas nama apapun, oleh siapapun, kekerasan di negeri ini tidak boleh terjadi. Dan setiap upaya oleh siapa pun yang melakukan kekerasan, harus kita cegah, harus kita hindari," tutur dia.

Sementara Menko Polhukam Mahfud Md mengungkapkan, Presiden Jokowi juga telah memberikan arahan terkait laporan ini. Jokowi, kata dia, meminta seluruh rekomendasi Komnas HAM ditindaklanjuti.

"Tadi Presiden sesudah bertemu lama dengan beliau-beliau ini (Komnas HAM) lalu mengajak saya bicara yang isinya itu berharap dikawal agar seluruh rekomendasi yang dibuat oleh Komnas HAM itu ditindaklanjuti. Tak boleh ada yang disembunyikan," ujar Menko Polhukam Mahfud Md dalam jumpa pers di kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

(mae/fjp)