Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Panggil Dirjen Perikanan Budidaya KKP

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 12:10 WIB
Eks Menteri KKP Edhy Prabowo diperiksa KPK. Seperti diketahui, Edhy merupakan salah satu tersangka dalam kasus suap ekspor benih lobster itu.
Edhy Prabowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Penyidik KPK memanggil Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto. Dia dipanggil KPK terkait kasus suap ekspor benih lobster atau benur yang menyeret mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.

"Yang bersangkutan dipanggil menjadi saksi untuk tersangka SJT (Suharjito)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Selain memanggil Slamet Soebjakto, KPK memanggil 3 saksi lain, yakni seorang dosen bernama Miftahul Nur Sabri, Nini sebagai swasta, dan Dimas Pratama selaku karyawan swasta. Ketiganya juga dipanggil menjadi saksi untuk tersangka Suharjito.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan eks Menteri KKP Edhy Prabowo sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster. Selain Edhy, ada enam orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut ini daftarnya:

Sebagai penerima:
1. Edhy Prabowo (EP), Menteri KKP (kini nonaktif);
2. Safri (SAF), Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM), Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD), Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF), Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Sebagai pemberi:
7. Suharjito (SJT), Direktur PT DPP

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

(fas/dhn)