Anggota DPR: Apa Dasar DKPP Pecat Arief Budiman dari Ketua KPU?

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 05:44 WIB
Pernyataan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP, Puan Maharani, yang berharap Sumbar menjadi pendukung negara Pancasila jadi kontroversi.
Guspardi Gaus (Foto: Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Arief Budiman dipecat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dari ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Anggota Komisi II DPR ri dari fraksi PAN Guspardi Gaus mempertanyakan pemecatan Arief Budiman.

"Apa dasar dari DKPP memberhentikan mecat Arief Budiman?" ujar Guspardi Gaus kepada detikcom, Rabu (13/1/2021).

Ia mempertanyakan kewenangan serta landasan aturan DKPP memecat Arief Budiman. Ia juga bertanya mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Arief Budiman karena mendampingi komisioner KPU Evi Novida Ginting dalam proses penggugatan surat keputusan Presiden di PTUN Jakarta.

"Apakah dengan melakukan, mendampingi (Evi Novida) di PTUN itu ada aturan secara eksplisit yang menyatakan bahwa (Arief) Budiman melakukan pelanggaran kode etik," jelas Guspardi.

"Tentu ini harus dijelaskan secara terang benderang oleh DKPP sehingga tidak menimbulkan polemik," lanjutnya.

Anggota komisi II DPR itu mengatakan pihaknya akan segera meminta penjelasan DKPP. Salah satunya terkait SK pemberhentian Arief Budiman.

"Komisi II nantinya nanti akan mempertanyakan SK pemberhentian itu apa dasarnya, aturan apa yang mengatur sehingga dilakukan pemecatan. Apakah dengan ranah itu Etik yang diatur dalam perundang-undangan tentang kewenangan DKPP untuk sampai memberhentikan itu," ungkap Guspardi.

Pemecatan Arief Budiman terkait pendampingannya terhadap komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden. Selain itu, Arief dinyatakan bersalah karena tetap menjadikan Evi Novida komisioner KPU.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2