Korban Tewas Longsor di Sumbar Jadi 4 Orang

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 23:52 WIB
Ilustrasi longsor (Andhika-detikcom)
Foto ilustrasi longsor. (Andhika/detikcom)
Solok Selatan -

Korban akibat longsor di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, bertambah menjadi sembilan orang. Empat orang di antaranya meninggal dunia, sementara lima lainnya selamat dalam kondisi luka-luka.

"Tim evakuasi tadi sore menemukan dua korban lagi dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya juga sudah ditemukan dua orang, sehingga total ada empat orang (meninggal)," kata Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (13/1/2021) malam.

Menurut Gurnahadi, dari data sementara yang diterimanya, keseluruhan penambang berjumlah sembilan orang. Mereka berasal dari Pati, Jawa Tengah, dan Lampung.

"Saya tidak tahu bagaimana mereka masuk menambang. Kemungkinan masuk dari Dharmasraya, karena lokasi itu berbatasan dengan Dharmasraya. Dari kecamatan sini jaraknya bisa 4 jam perjalanan kaki," katanya.

Empat korban yang ditemukan meninggal itu adalah Yudi (24), Keder (27), Pak Bo (45), dan Gepeng asal Pati.

Sementara itu, yang selamat tapi mengalami luka-luka berat dan ringan, semuanya berasal dari Pati, Jawa Tengah. Mereka adalah Suprianto (25), Aud (23), Sutikno (35), dan Arif (25) serta Kuwok (25).

Keseluruhan jenazah korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Abai Sangir, Batang Hari. Tambang emas itu sendiri longsor pada Senin (11/1/2021). Namun pihak terkait dan Basarnas baru dikabari pada Rabu (13/1/2021).

"Kami baru dapat informasi hari ini, tapi peristiwanya hari Senin," kata Asnedi, Kepala Basarnas Padang, kepada wartawan.

Menurut Asnedi, tim rescue langsung bertolak ke lokasi setelah mendapat laporan. Tambang emas yang longsor tersebut diduga adalah pertambangan illegal.

(idn/idn)