Didakwa 5 Pasal Berlapis Kasus Penyerangan, John Kei Ajukan Eksepsi

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 20:55 WIB
John Kei Jalani Sidang Perdana Secara Virtual soal Penyerangan
Sidang John Kei (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

John Refra alias John Kei didakwa lima pasal berlapis oleh jaksa terkait kasus penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Kuasa hukum keberatan atas dakwaan yang disampaikan.

"Kami lakukan hak konstitusi kita yang diatur di KUHP bahwa kami ajukan eksepsi atas dakwaan tersebut. Atas dakwaan tersebut kami keberatan," ujar Kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto, di PN Jakarta Barat, Jl Letjen S Parman, Rabu (13/1/2021).

Anton menyebut John Kei tidak berada di lokasi saat kejadian, sehingga tidak dapat dikatakan membunuh dan melakukan penganiayaan. Selain itu, menurutnya, senjata yang ditemukan merupakan warisan turun-temurun yang telah menjadi hiasan.

"Pertama 340 KUHP klien kami John Kei, Deny Kei, dan Franklin tidak ada di lokasi, bagaimana dia bisa membunuh. (Pasal) 338-nya dan bagaimana dia bisa penganiayaannya dan bisa perusakannya atau pengeroyokan yang sebabkan kematian tidak ada itu," kata Anton.

"Apalagi undang-undang darurat, apakah senjata itu aktif kan senjata itu ditemukan di rumah bung John dan memang warisan nenek moyang bentuk-bentuk senjata bukan seperti parang biasa memang sudah hiasan," sambungnya.

Anton mengatakan, sebelum persidangan John Kei sempat mengaku menyesalkan dan tidak menyangka atas kasus yang melibatkannya. Dia mengakui adanya penagihan utang kepada Nus Kei, namun menurutnya hal tersebut bukan merupakan perbuatan pidana.

"Beliau sangat sesalkan, beliau tidak menyangka, jadi ketika beliau nagih-nagih ke Nus Kei, beliau tidak mendapat tanggapan beliau minta kepada penegak hukum yaitu pengacara. Ketika terjadi peristiwa penyerangan Green Lake, dan terjadi peristiwa di Kosambi. Beliau tidak tau bahkan saat itu hari Minggu beliau ada bersama dengan pendetanya. Ada perbuatan menagih ada, ada perbuatan hukum antara Nus Kei dan John Kei ada, tapi bukan perbuatan pidana," tuturnya.

Hakim sendiri memberikan waktu satu minggu kepada pihak John Kei untuk mengajukan keberatan atau eksepsi. Jadwal sidang tersebut akan dilakukan pada 20 Januari 2021.

(dwia/idn)