BRI Kembangkan Ekosistem Desa Guna Dukung Ketahanan Pangan

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 19:24 WIB
Gedung BRI
Foto: Shutterstock
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung ketahanan sektor pangan Indonesia dalam upaya pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan ekosistem desa. Langkah yang dilakukan adalah integrasi bisnis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi dalam sebuah klaster dengan off taker, guna memberi memberi manfaat rantai nilai (value chain) yang lebih besar.

Integrasi UMKM dan koperasi yang dibantu BRI salah satunya ditemui di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Upaya yang dilakukan BRI antara lain membantu keberlangsungan hidup Primkopti Balikpapan, koperasi penjualan kedelai dan bahan-bahan untuk produksi tahu dan tempe di Kawasan Industri Sentra Tahu dan Tempe.

Ketua Primkopti Balikpapan Jazuli menjelaskan Primkopti merupakan koperasi yang berdiri sejak 1999 dan sudah terdaftar di Dinas Perindustrian dan Koperasi Kota Balikpapan dan terdiri dari 98 anggota produsen tahu dan tempe.

Ia menjelaskan, koperasi yang dipimpinnya mendapat bantuan dari BRI untuk pengembangan kapasitas dan aset. Pemberdayaan ini, tambahnya, membuat lapangan pekerjaan terbuka serta mempermudah akses dan edukasi atas pinjaman BRI pada masyarakat desa.

"Selama ini kami sudah mendapat dua kali pinjaman dari BRI. Pertama, pinjaman kami gunakan untuk modal koperasi dan anggota. Kedua, pinjaman yang kami ajukan untuk menambah aset koperasi. Pengalaman kami, dalam dua kali mendapat pinjaman itu prosesnya sangat mudah dan biaya bunganya terjangkau," ujar Jazuli dalam keterangan tertulis, Rabu (13/1/2021).

Jazuli mengungkap dalam sebulan Primkopti memiliki omzet rata-rata sebesar Rp2,9 miliar. Ia mengklaim pihaknya bergerak untuk menjamin tercukupinya kebutuhan kedelai dan bahan-bahan produksi tahu dan tempe bagi para anggota.

Lebih lanjut Jazuli mengungkap BRI tak hanya membantu perihal permodalan, tetapi juga menjamin kelancaran transaksi antara koperasi dan mitra dagang di Pulau Jawa. Baginya, kontribusi ini sangat penting untuk memastikan Primkopti Balikpapan tak kesulitan mendapat bahan baku tahu dan tempe selama ini.

"Kalau dulu saat mau transaksi, sering terkendala koneksi internetnya putus, kemudian importir mengira kami hanya ngomong saja mau membeli kedelai. Sekarang sudah ada komitmen, kalau transaksi ke pihak penyuplai kedelai dibantu BRI untuk memberikan konfirmasi," ujarnya.

Selain itu Jazuli menyampaikan di masa Pandemi COVID-19 ini BRI telah memfasilitasi anggota Primkopti Balikpapan agar dapat berdagang secara daring. Ia turut merasakan peran pemberdayaan BRI dalam proses layanan penempatan uang di rekening koperasi.

"Penjemputan uang selalu diambil oleh karyawan BRI di kantor tiap tiga hari sekali untuk ditaruh di rekening koperasi. Layanan ini sangat membantu kami," tambahnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, BRI tak hanya melakukan penetrasi bisnis tapi juga mengimbangi dengan penetrasi sosial. Caranya dengan mengalokasikan resources untuk membangun ekosistem desa, melalui pemberdayaan koperasi.

"Kami memberi perhatian besar untuk pengembangan ekosistem desa melalui klaster dan produk unggulan. Kami berharap desa menjadi sentra produksi sehingga mendukung pembangunan sektor pangan," ungkap Supari.

Supari mengungkap mayoritas nasabah BRI sejumlah 96 persen merupakan pelaku usaha mikro, dan 30 persennya bergerak di sektor pertanian, perikanan, serta perdagangan kecil. Nasabah mikro ini, ungkapnya, hampir semua berada di daerah pedesaan sehingga pihaknya berusaha untuk mendorong agar pelaku usaha dan masyarakat di desa dapat semakin berdaya dan tangguh serta mendapat nilai tambah dari usaha mereka.

"Melalui pemberdayaan ekonomi berdasarkan ekosistem desa, BRI terus melakukan pengembangan melalui berbagai pelatihan, intermediasi pelaku usaha dengan off taker, serta peningkatan penerapan teknologi dan bantuan sertifikasi produk bagi pelaku usaha di desa. Harapannya, dari sana akan lahir desa-desa BRILian yang berdaya saing dan unggul yang dapat mempercepat pembangunan kawasan pedesaan secara nasional," pungkas Supari.

Lebih lanjut ia menjelaskan BRI melakukan pemberdayaan desa dengan bertumpu pada empat pilar yakni perangkat desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), UMKM desa, dan pasar. Ia juga menambahkan BRI memiliki program Desa BRILian yang menjadi upaya pemberdayaan desa-desa. Harapannya, program ini dapat menjadi percontohan bagi desa lainnya karena dianggap tanggap, tangguh, dan berinovasi.

"BRI akan terus berkomitmen untuk membantu membangun desa sebagai sentra produksi nasional, sehingga kalau ada pembeli atau off-taker kami sudah tahu apa yang diinginkan dan bisa disediakan pelaku bisnis. BRI juga menyiapkan tenaga pemasar mikro atau mantri BRI yang berfungsi bukan hanya business value tetapi juga social value untuk membantu UMKM naik kelas. Mantri dibekali pengetahuan bisnis untuk dapat membantu nasabah dalam mengembangakan usahanya. Kami juga siapkan platform e-commerce yang bisa diakses secara luas dan yang memberikan peluang UMKM untuk tumbuh besar," tutup Supari. (prf/ega)