GP Ansor Puji Jokowi Pilih Komjen Sigit Jadi Calon Kapolri

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 17:52 WIB
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusar GP Ansor Moh Haerul Amri
Foto: Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusar GP Ansor Moh Haerul Amri (dok. istimewa)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Moh Haerul Amri menilai pengajuan nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo ke DPR sebagai calon Kapolri, pengganti Jenderal Idham Azis menunjukkan Presiden Jokowi menggunakan aspek profesionalitas dan kinerja sebagai basis utamanya dalam memilih orang dipercaya berada di pucuk pimpinan Polri. Amri menilai selama menjabat Kabareskrim Polri, Komjen Sigit mampu menorehkan prestasi yang gemilang.

"Sesuai arahan Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas, ini menjadi kabar baik bagi kita semua karena hanya dengan penekanan profesionalitas maka kepolisian Indonesia ke depan akan terus semakin membaik kinerjanya utamanya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar Haerul Amri di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Selain prestasi, sambung Amri, nama Komjen Listyo Sigit juga bersih. Amri menyatakan pengajuan Komjen Sigit sebagai calon Kapolri juga makin menguatkan wajah pemerintahan Jokowi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan dan keberagaman. Amri menyebut bineka dan keberagaman adalah nilai-nilai yang telah dirajut oleh para pendiri bangsa dan modal besar dalam menguatkan persatuan.

"Semua masyarakat statusnya sama di mata hukum. Dengan demikian hukum ditegakkan bukan berpijak pada sisi mayoritas atau minoritas," katanya.

Amri menyampaikan pihaknya berharap Komjen Sigit yang telah diumumkan sebagai calon Kapolri terus melakukan pembenahan di tubuh Polri ke depan. Di antara tugas utama, yang patut menjadi perhatian adalah pembenahan organisasi Polri yang bersih dari tindakan rasuah dan suap. Selain itu, Polri juga harus tetap fokus memberantas ancaman nyata bangsa ini, yakni bibit terorisme, aksi terorisme, dan peredaran narkoba.

Yang tak kalah penting, tambah Amri, GP Ansor mendorong Polri untuk terus melakukan reformasi diri kaitannya merespons perubahan cepat teknologi digital saat ini. Dia menilai, seiring kemajuan teknologi tersebut, kejahatan di bidang teknologi digital juga kian meningkat.

"Untuk itu Polri harus sigap dengan mengantisipasi jauh-jauh hari dampak negatif teknologi informatika dan revolusi industri 4.0 yang tentu rentan dengan kejahatan eletronik dan digital," sebut dia.

(aud/fjp)