Walkot-Wawalkot Denpasar Sempat Positif COVID, Tak Ikut Divaksin Pertama

Angga Riza - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 18:36 WIB
Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra,
Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra (Foto: Istimewa)
Denpasar -

Kota Denpasar akan melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama pada Jumat (15/1) lusa. Wali Kota (Walkot) dan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Denpasar tidak termasuk dalam peserta penyutikan pertama vaksin COVID-19. Kenapa?

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Denpasar, Dewa Gede Rai, mengatakan Walkot IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wawalkot IGN Jaya Negara tak memenuhi syarat karena sempat positif COVID-19. Namun Dewa Rai mengatakan keduanya sebenernya sudah siap divaksin COVID-19 secara fisik.

"Nah itu dah (pernah positif) artinya tidak memenuhi persyaratan sama kayak Gubernur DKI tidak memenuhi persyaratan. Jadi memang kalau beliau memenuhi persyaratan ya siap. Dulu kan pernah (positif) penyintas," kata Dewa Rai saat dihubungi detikcom, Rabu (13/1/2021).

"Jadi pada intinya sebenernya beliau kan siap menerima vaksin Pak Wali dan Wakil kan gitu. Cuman kan kalau ini kan harus memenuhi beberapa persyaratan," tambahnya.

Kota Denpasar rencananya melakukan penyuntikan vaksin COVID-19 tahap pertama pada Jumat (15/1) di RS Wangaya. Nantinya secara simbolis akan dilakukan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Denpasar.

"Tanggal 15, itu kan ada kelompok pejabat publik nanti kita ada Forkompimda termasuk Wakil Wali Kota, Dandim, Kapolres Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala DPRD, tokoh masyarakat, dan ketua satgas. Itu nanti di-screening lagi oleh petugas," ujar Dewa Rai.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan nantinya petugas akan melakukan pengecekan terlebih dulu kepada pihak-pihak yang akan divaksin. Nantinya bagi siapapun yang tidak memenuhi syarat maka tidak akan divaksinasi COVID-19.

"Nanti kan dicek banyak persyaratan kalau dia tidak memenuhi siapapun ya tidak bisa menerima vaksin artinya secara fisik secara mental siap divaksin, cuman kan ada beberapa persyaratan secara umum bahwa penerima vaksin harus sehat tidak punya penyakit bawaan," jelas Dewa Rai.

(jbr/jbr)