Sembunyikan Senpi Teroris, Warga Tampan Pekanbaru Dihukum 5 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 16:01 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Rinto Wijaya (26). Warga Tampan, Pekanbaru, itu dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana terorisme karena menyembunyikan dua pucuk pistol dan puluhan peluru milik teroris.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Jaktim yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (13/1/2021). Rinto awalnya dititipi kardus oleh Arif Fadillah dan Indra pada 2012.

Setelah itu, Rinto aktif ikut pengajian dan akhirnya bersumpah setia kepada ISIS.

Belakangan, Rinto ditangkap Densus 88 pada 10 Januari 2020. Ternyata kotak kardus itu berisi senjata api. Selidik punya selidik, senjata api itu dipakai untuk merampok Warnet Medan, BRI unit Simpang Bangkatan Binjai Medan, dan BRI Amplas. Perampokan itu dilakukan oleh kelompok gabungan Anshor Daulah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata api itu adalah:

1. Senjata api laras panjang kaliber 303 merek/model Bren MK3
2. Senjata api laras panjang kaliber 5,56 mm merek/model Luger mini
3. Senjata api genggam kaliber 38 SPL jenis revolver merek/model S&W
4. Senjata api genggam kaliber 38 SPL jenis revolver merek/model S&W
5. Senjata api genggam kaliber 9 mm jenis pistol
6. Sejumlah peluru kaliber 9 mm
7. Sejumlah peluru kaliber 38 SPL

Akhirnya Rinto diproses hukum dan diadili di PN Jaktim. Majelis menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 tahun," kata ketua majelis Lingga Setiawan dengan anggota Muhamad Sirad dan Sutikna.

Majelis menyatakan Rinto dan kelompoknya adalah salah satu kelompok pendukung Daulah/ISIS di Suriah dipimpin Abu Bakar Al Bagdadi. Berdasarkan Surat Penjelasan dari Kedutaan Republik Arab Suriah di Jakarta tanggal 3 September 2014 dan Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) Nomor :DTTOT/P-4b/1402/IX/ 2017 serta Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 02/Pen.Pid/2017/PN.Jkt.Pst. menerangkan bahwa Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) merupakan salah satu organisasi teroris.

"Perbuatan terdakwa dan kelompoknya telah menimbulkan suasana teror dan rasa takut masyarakat secara meluas karena secara berjihad terdakwa dan teman-temannya menyimpan senjata api untuk melakukan amaliyah," ujar majelis hakim.

Kesaksian Terdakwa
Di persidangan, Rianto menyatakan beberapa kesaksian, di antaranya:

1. Bahwa terdakwa tahu dan menyadari bahwa mempunyai, menyimpan, membawa atau menggunakan senjata api dan peluru tersebut dilarang oleh Pemerintah dan yang berhak mempunyai, menyimpan, membawa atau menggunakan senjata api dan peluru tersebut menurut undang-undang adalah TNI dan Polri.
2. Bahwa sepengetahuan terdakwa untuk memiliki, menyimpan, atau membawa senjata api bahkan menggunakannya harus mempunyai ijin dari pihak yang berwenang.
3. Terdakwa berpendapat isi dalam 1 (satu) buah kotak/kardus kipas angin tersebut berisi alat-alat pembuat senjata karena ARIF FADILLAH alias BAMBANG melarang keras untuk terdakwa membuka barang tersebut karena barang berbahaya, dan pada 2018 BAMBANG juga menyuruh terdakwa untuk menanam/ mengubur benda kardus tersebut.
4. Biasanya terdakwa dkk kumpul membahas tentang perkembangan Daulah Islamiyah, kesamaan Manhaj, Riba dari uang kertas, Hijrah ke Suriah, berjihad di jalan Allah, Tauhid, Fiqih.

(asp/knv)